Kesal Harus Bolak-balik Atur HDR di Windows 11, Developer Ini Bikin Aplikasi Gratis untuk Kurangi Risiko OLED Burn-in

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Bagi pengguna monitor OLED tentu sudah tidak asing dengan masalah burn-in, ialah munculnya jejak gambar permanen akibat penggunaan layar dalam waktu lama.

(Image credit: YouTube via Rtings)

Nah, dikarenakan perihal tersebut, seorang developer membikin aplikasi cuma-cuma berjulukan Smart HDR Manager untuk membantu mengurangi akibat burn screen tersebut, sekaligus mengatasi salah satu perihal nan cukup merepotkan di Windows 11 ialah mengaktifkan dan menonaktifkan HDR secara manual.

Baca Juga : Cara Aktifkan Mode HDR di Windows 11

Seperti namanya, aplikasi ini dapat mengatur HDR secara otomatis berasas aktivitas pengguna. Jadi, HDR bisa aktif ketika Anda menjalankan game alias menonton video HDR, lampau kembali nonaktif setelah aktivitas tersebut selesai.

Menurut developernya, aplikasi ini sudah diuji pada Windows 11 25H2, dan lantaran Windows 11 26H2 menggunakan pedoman kode nan serupa, aplikasi ini diperkirakan juga bisa melangkah di jenis tersebut.

Mengapa HDR dan OLED Burn-in Jadi Perhatian?

Nah HDR alias High Dynamic Range memungkinkan layar menampilkan rentang kecerahan, warna, dan kontras nan lebih luas dibandingkan SDR (Standard Dynamic Range). Namun, penerapan HDR di Windows selama ini tetap mempunyai beberapa perihal nan perlu diperbaiki, meskipun Microsoft terus menghadirkan peningkatan.

Baca Juga : Windows 11 Dapatkan Fitur Automatic HDR Switching

Di sisi lain, pengguna layar OLED juga perlu memperhatikan akibat burn-in, lantaran berbeda dari LCD, layar OLED menghasilkan sinar melalui setiap piksel secara individual.

Dan tentu penggunaan berkepanjangan dapat menyebabkan keausan piksel nan tidak merata, terutama jika komponen tetap terus ditampilkan pada posisi nan sama.

Misalkan saja, Taskbar Windows, interface aplikasi, alias HUD dalam game nan selalu muncul di letak tertentu. Jika berjalan dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat meninggalkan jejak gambar permanen pada layar.

Nah meskipun memang produsen layar sebenarnya sudah menyediakan beragam fitur untuk mengurangi akibat tersebut, misalkan LG nan Screen Shift nan menggeser gambar sedikit demi sedikit serta Logo Luminance Adjustment untuk mengurangi kecerahan di sekitar logo tetap nan terdeteksi.

Dan apalagi Asus juga sudah menghadirkan teknologi serupa via fitur Pixel Refresh seperti nan sudah saya telaah di Review Asus Vivobook 15 OLED – Bertenaga Dengan Layar nan Luar Biasa.

Namun, fitur-fitur tersebut tidak membikin panel OLED sepenuhnya kebal terhadap burn-in, lantaran menurut pengetesan jangka panjang RTINGS apalagi menunjukkan bahwa sejumlah model OLED nan lebih baru tidak selalu mempunyai ketahanan burn-in nan jauh lebih baik dibandingkan model LG C7 OLED keluaran 2017 dalam pengetesan nan sebanding.

Meski begitu, burn-in bukan berfaedah pasti terjadi pada setiap pengguna OLED, lantaran resiko sangat berjuntai pada pola penggunaan, tingkat kecerahan, serta lama komponen tetap ditampilkan di layar.

Smart HDR Manager Bisa Otomatis Mengatur HDR

Nah disisi lain, Smart HDR Manager dibuat untuk pengguna nan capek kudu membuka pengaturan Windows setiap kali mau bermain game alias menonton video HDR.

Aplikasi ini melangkah melalui System Tray dan dapat mendeteksi game dari beberapa platform, termasuk Steam, Epic Games, GOG, dan Xbox, dimana pengguna bisa memilih game mana nan bakal memicu aktivasi HDR secara otomatis.

Ketika game tersebut ditutup, aplikasi bakal menonaktifkan HDR kembali, nah dengan begitu, pengguna tidak perlu membiarkan HDR aktif sepanjang hari ketika hanya melakukan pekerjaan desktop biasa.

Selain game, Smart HDR Manager juga mendukung pemutaran video HDR lokal melalui sejumlah pemutar video, seperti VLC, MPC-HC, mpv, dan PotPlayer, dan apalagi aplikasi ini juga mendukung Nvidia RTX Video HDR, fitur nan dapat mengubah video SDR menjadi HDR secara real-time pada perangkat nan kompatibel.

Tapi, Apakah Smart HDR Manager Benar-benar Bisa Mencegah Burn-in?

Nah perlu dicatat Smart HDR Manager bukan aplikasi nan bisa menjamin layar OLED terbebas dari burn-in, lantaran pendekatannya adalah mengurangi penggunaan HDR nan tidak diperlukan. Dengan mengaktifkan HDR hanya saat dibutuhkan, pengguna dapat menghindari kebiasaan membiarkan mode tersebut aktif sepanjang hari.

Namun, akibat burn-in tetap dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kecerahan layar, lama penggunaan, dan seberapa lama komponen tetap ditampilkan, oleh lantaran itu, aplikasi ini lebih tepat dianggap sebagai perangkat bantu untuk mengelola HDR, bukan solusi permanen untuk menghilangkan burn-in.

Selain itu, ada pula batas kompatibilitas nan perlu diperhatikan, lantaran developer baru menguji aplikasi ini pada perangkat dengan GPU Nvidia RTX 5000 Series nan menjalankan Windows 11 25H2. Dan lantaran open source, pengguna GPU AMD, Intel, maupun Windows 10 diharapkan ikut memberikan masukan untuk membantu pengembangan selanjutnya.

Nah jika Anda tertarik mencoba, Anda bisa mendownnload Smart HDR Manager ini dari laman GitHub berikut.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com
↑