Spotify Perketat Berbagi Akun Family dan Duo, Pengguna Wajib Scan QR Code

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Nah mungkin Anda pernah memandang orang jualan paket Spotify Premium murah, nan biasanya mereka memanfaatkan paket Family nan memang pada dasarnya dikhususkan untuk orang nan tinggal serumah alias betul benar family saja.

Dan lantaran dirasa dirugikan oleh banyaknya oknum seperti itu, sekarang Spotify mulai memperketat verifikasi pengguna paket Premium Family dan Duo guys, dimana sekarang, sejumlah personil paket dilaporkan diminta memindai QR code nan tersedia di smartphone pengelola paket untuk memastikan mereka memenuhi persyaratan lokasi.

Nah kebijakan ini muncul setelah beberapa pengguna melaporkan adanya permintaan pemindaian QR code dalam beberapa hari terakhir, dan Spotify kemudian mengonfirmasi perubahan tersebut kepada TechCrunch dan memperbarui dokumentasi resminya mengenai verifikasi alamat Family Plan.

QR Code Harus Dipindai Langsung dari Ponsel Pengelola

Nah dalam paket Family dan Duo, pengelola berkedudukan sebagai pemilik paket nan mengatur keanggotaan dan QR code nan diminta Spotify hanya tersedia melalui ponsel pengelola tersebut.

Oleh lantaran itu, personil paket perlu memindai kode itu secara langsung, dan tentu mengirimkan screenshot QR code kepada personil lain bukan solusi nan dapat diandalkan, lantaran kode berubah setiap beberapa detik.

Dan dengan sistem ini, Spotify berupaya memastikan bahwa personil paket betul-betul berada di letak nan sesuai dengan ketentuan berbagi langganan, bukan sekadar berbagi biaya dengan orang-orang nan tinggal berjauhan.

Tapi meski begitu, sistem verifikasi seperti ini belum tentu sepenuhnya menutup celah, lantaran Alex Norström, co-CEO Spotify, mengakui bahwa metode verifikasi bisa saja mempunyai kelemahan nan ditemukan pengguna, tapi berita baiknya, Spotify bakal terus memperbaiki proses tersebut seiring waktu.

Gagal Verifikasi Bisa Kehilangan Akses Premium

Nah ini nan paling menarik, Spotify memberikan waktu tujuh hari kepada personil untuk memindai QR code setelah diminta melakukan verifikasi, dan jika tenggat tersebut terlewati, pengguna berisiko kehilangan akses ke paket Family alias Duo.

Selain itu konsekuensinya tidak berakhir sampai di situ saja guys, lantaran pengguna nan kandas melakukan verifikasi bakal dialihkan ke paket cuma-cuma dan dibatasi untuk berasosiasi dengan paket Family alias Duo lain selama 12 bulan. Setelah itu, pengguna bisa memilih berlangganan Premium secara perseorangan alias berasosiasi kembali dengan paket nan sama, sesuai ketentuan Spotify.

Nah patokan ini membikin proses verifikasi menjadi penting, terutama bagi pengguna nan selama ini membagi biaya langganan dengan kawan alias kerabat nan tinggal di tempat berbeda.

Spotify Menyebutnya Peningkatan Rutin

Nah mengenai perihal ini, Spotify tidak menyebut kebijakan ini sebagai tindakan keras terhadap praktik berbagi akun, dimana Norström menggambarkannya sebagai peningkatan rutin terhadap metode verifikasi nan sudah digunakan perusahaan selama bertahun-tahun.

Namun, dampaknya cukup jelas bagi pengguna nan memanfaatkan paket Family alias Duo berbareng orang-orang nan tidak tinggal berdekatan, alias apalagi menjual akun murah demi mendapatkan keuntungan, lantaran mereka sekarang kudu menghadapi proses verifikasi tambahan agar tetap bisa menikmati langganan bersama.

Jadi kawan kawan, pada akhirnya, pengguna nan betul-betul memenuhi persyaratan letak pun perlu memperhatikan notifikasi verifikasi, terutama jika sedang bepergian, dan melewatkan pemisah waktu tujuh hari bisa berujung pada hilangnya akses Premium dan pembatasan untuk berasosiasi dengan paket lain.

Nah menurutmu, apakah verifikasi QR code seperti ini merupakan langkah nan wajar untuk mencegah penyalahgunaan paket Family, alias justru merepotkan personil family nan tinggal berjauhan?

Komen dibawah guys.

Via : Spotify, Tech Radar, Tech Crunch


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com
↑