Pesawat Garuda.(Antara)
MENTERI Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan dua penerbangan maskapai Garuda Indonesia mengalihkan penerbangannya ialah dari Jeddah dan Madinah, Arab Saudi, ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
"Ada dua flight Garuda dari Jeddah dan Madinah itu kami alihkan pendaratannya ke Bandara Kertajati," kata Menhub dalam bertemu pers pembaruan situasi terkini pasca erupsi Gunung Anak Krakatau nan terpantau secara daring di Jakarta, Minggu (6/9).
Dudy menyampaikan dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah dan Madinah dialihkan untuk mendarat di Bandara Kertajati akibat sejumlah airport terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, salah satunya Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten.
Pengalihan tersebut dilakukan lantaran Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, nan semula menjadi tujuan pendaratan kedua penerbangan Garuda Indonesia, turut ditutup sementara akibat dampak sebaran abu vulkanik.
Dudy mengatakan pengalihan pendaratan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap akibat erupsi Gunung Anak Krakatau nan mempengaruhi operasional beberapa bandara.
Berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan metode paper test, Bandara Kertajati tetap belum terdampak abu vulkanik sehingga dinilai tetap memungkinkan untuk melayani penerbangan.
"Sejauh ini berasas hasil paper test yang dilakukan di Bandara Kertajati, Bandara Kertajati belum terdampak, tetap memungkinkan," ujarnya.
Meski demikian, Menhub meminta maskapai tetap mewaspadai perubahan kondisi cuaca nan bergerak andaikan penyebaran abu vulkanik mengarah ke wilayah Bandara Kertajati.
Selain dua penerbangan Garuda Indonesia tersebut, Kementerian Perhubungan juga membuka opsi bagi maskapai lain untuk menggunakan airport pengganti nan tidak terdampak demi menjaga kelancaran layanan.
"Jadi ada dua kelak flight (Garuda Indonesia) diperkirakan mungkin 1 jam lagi itu bakal mendarat di Kertajati. Nah, ini kami juga tawarkan kepada airlines nan lain andaikan memungkinkan untuk dilakukan penerbangan di luar bandara-bandara nan terdampak," ucap Dudy.
Adapun sebanyak enam airport ditutup sementara akibat terdampak abu vulkanik erupsi GAK nan mempengaruhi keselamatan operasional penerbangan.
Pada awalnya, Kementerian Perhubungan menutup lima airport ialah Bandara Radin Inten Lampung, Soekarno-Hatta Jakarta, Halim Perdanakusuma Jakarta, Pondok Cabe, serta Budiarto Curug Tangerang.
Setelah dilakukan pengetesan lanjutan pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara Bandung juga dinyatakan terdampak abu vulkanik sehingga operasional penerbangan di airport tersebut turut dihentikan sementara. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·