Kerja Sama dengan Microsoft Tak Lagi Eksklusif, OpenAI Bisa Gandeng Amazon cs

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Microsoft umumkan investasi milaran dolar AS kepada perusahaan AI OpenAI, kreator Dall-E dan ChatGPT. Foto: Dok. Microsoft

Microsoft dan OpenAI resmi mengubah kesepakatannya, nan selama ini memberi Microsoft kewenangan eksklusif menjual model kepintaran buatan (AI) milik OpenAI. Langkah ini membuka jalan bagi OpenAI untuk menawarkan teknologi seperti ChatGPT ke penyedia cloud lain, termasuk Amazon.

Perubahan kerja sama tersebut diumumkan kedua perusahaan dalam pernyataan berbareng pada Senin (27/4) waktu setempat. Kesepakatan baru ini dinilai menjadi titik krusial dalam hubungan dua raksasa teknologi nan selama beberapa tahun terakhir menjadi motor industri AI global.

Dengan berakhirnya kewenangan eksklusif Microsoft, model AI OpenAI sekarang dapat dipasarkan melalui platform cloud lain di luar Azure. Artinya, perusahaan nan mau memakai teknologi OpenAI tidak lagi kudu berjuntai pada ekosistem Microsoft.

Sebagai imbalannya, Microsoft tidak lagi diwajibkan bayar porsi pendapatan atas produk OpenAI nan dijual ulang melalui jasa cloud miliknya.

Kantor Microsoft di Redmond. Foto: Matt Mills McKnight/REUTERS

Microsoft dan OpenAI menyebut revisi perjanjian ini memberi struktur kerja sama nan lebih jelas dan stabil, sekaligus memberi ruang bagi kedua perusahaan untuk mengejar kesempatan upaya baru.

"Prediktabilitas nan lebih besar dalam perjanjian nan telah diubah ini memperkuat keahlian berbareng kami untuk membangun dan mengoperasikan platform AI dalam skala besar, sekaligus memberi kedua perusahaan elastisitas untuk mengejar kesempatan baru," kata Microsoft dan OpenAI dalam pernyataan bersama, mengutip Bloomberg.

Meski eksklusivitas dihapus, Microsoft tetap menjadi penyedia cloud utama OpenAI. Produk baru OpenAI juga bakal tersedia lebih dulu di Azure sebelum masuk ke platform lain.

Artinya, Azure tetap memegang posisi strategis dalam pengedaran teknologi OpenAI, meski tidak lagi menjadi satu-satunya kanal resmi.

Ilustrasi OpenAI. Foto: Shutterstock

Kesepakatan ini juga mempertegas arah ekspansi OpenAI nan sekarang memerlukan kapabilitas komputasi jauh lebih besar. Perusahaan tersebut sebelumnya sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah penyedia cloud lain, termasuk Amazon, untuk memenuhi kebutuhan prasarana AI nan terus meningkat.

Di sisi finansial, Microsoft tetap bakal menerima bagi hasil pendapatan dari OpenAI hingga 2030. Sebelumnya, pembayaran itu bisa berakhir jika OpenAI sukses mencapai artificial general intelligence alias AGI, ialah sistem AI nan menyamai keahlian manusia di beragam tugas.

Selain itu, Microsoft saat ini memegang 27 persen saham OpenAI setelah restrukturisasi perusahaan menjadi entitas berorientasi keuntungan tahun lalu.

Hubungan keduanya juga sedang menjadi sorotan lantaran pekan ini Microsoft dan OpenAI bakal berhadapan dengan Elon Musk di pengadilan. Musk menuding OpenAI meninggalkan prinsip awalnya setelah berubah menjadi perusahaan keuntungan dengan support miliaran dolar AS dari Microsoft.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan