Kerap Gunakan Transportasi Laut, Sopir Jatim Desak Evaluasi imbas Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kerap Gunakan Transportasi Laut, Sopir Jatim Desak Evaluasi imbas Tenggelamnya KM Virgo Transport 8 Kapal Virgo Transport 8 telah terbalik dan tenggelam di Laut Jawa.(Dok Basarnas)

PARA pengemudi nan berasosiasi dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) meminta seluruh pengusaha pelayaran untuk mengevaluasi total kapal-kapal nan melayani antarpulau, pascatenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Koordinator GSJT Supriyono nan ditemui wartawan di Dermaga Gapura Surya Nusantara (GSN), Selasa (15/9) mengatakan pertimbangan dianggap perlu untuk memberikan rasa kondusif dan nyaman bagi penumpang termasuk para sopir. 

“Sopir sering keluar pulau membawa peralatan bawaannya dengan truk, jadi merasa perlu agar mereka kondusif selama dalam perjalanan. Satu-satunya langkah nan evaluasi,” katanya. 

Supriyono menilai tragedi kapal kali ini tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa dan kudu ada pembenahan dari pengusaha pelayaran. 

“Ini nan kudu jadi pertimbangan bersama, apalagi dengan pengusaha kapal. Dalam tiga bulan terakhir sudah berulang kali kejadian seperti ini, nan lagi-lagi kami sebagai supir logistik menjadi korban,” katanya. 

Menurut Supriyono, kerugian nan dialami pengemudi bukan hanya kehilangan kendaraan serta muatan, melainkan juga mempertaruhkan nyawa demi menjalankan pekerjaan.

“Karena tidak hanya materi nan kami korbankan, tapi juga ketika kami kudu mengorbankan nyawa hanya untuk melakukan pengiriman di beberapa tempat nan hari ini jadi ladang mereka untuk berusaha,” ujarnya. 

GSJT mencatat ada 11 pengemudi dan kernet asal Jatim nan belum ditemukan dalam kejadian KMP Virgo 8. Data tersebut dihimpun dari 92 organisasi pengemudi dan telah dicocokkan dengan manifes penumpang kapal.

“Kami ada 11 orang sesuai info nan kami terima dari 92 organisasi di Jawa Timur, dan itu sudah kami cek sesuai info manifes mereka terlibat di kapal Virgo,” kata Supriyono. 

Ia mengatakan, pihaknya bakal terus berkoordinasi dengan Basarnas untuk memastikan perkembangan pencarian. GSJT juga berkomunikasi intens dengan rekan-rekan pengemudi di Banjarmasin nan turut membantu memantau kondisi korban. 

Terkait langkah ke depan, GSJT meminta pertimbangan tidak hanya menyasar operator kapal, tapi juga pengawasan terhadap armada penyeberangan. 

"Perbaiki fasilitasnya, perbaiki armadanya. Jangan hanya diambil keuntungannya saja, lantaran kami sebagai pengguna ini merasa dirugikan,” tegasnya. 

Supriyono berambisi pengawasan terhadap kondisi kapal, proses docking berkala sampai tanggung jawab nakhoda diperketat.(FL/E-4) 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia