Kepsek SMK Swasta di Tangsel Dicopot Usai Dugaan Child Grooming

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tangerang Selatan, CNN Indonesia --

Kepala Sekolah SMK swasta di Kota Tangerang Selatan dipecat lantaran diduga terlibat kasus child grooming setelah rumor tersebut viral di media sosial.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Firdaus Shaugie, mengatakan keputusan itu diambil setelah pihak sekolah melakukan penanganan internal mengenai kasus nan ramai diperbincangkan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau untuk kasusnya Bapak Kepala Sekolah tadi, kita sudah putuskan hubungan," kata Firdaus saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/5).

Kasus dugaan child grooming itu sebelumnya memicu tindakan demonstrasi puluhan siswa di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa meminta transparansi serta langkah tegas dari pihak sekolah terhadap dugaan pelanggaran etik nan disebut meresahkan pelajar.

Firdaus mengatakan, setelah kasus tersebut viral, mulai bermunculan pengakuan dari sejumlah siswa maupun alumni nan mengaku mengalami alias mengetahui dugaan perilaku tidak layak di lingkungan sekolah.

"Jadi mulai ada nan speak up dan lain sebagainya," ujarnya.

Menurut Firdaus, sekolah mempunyai standar operasional prosedur (SOP) dalam menangani dugaan pelanggaran etik oleh tenaga pendidik. Sanksi pemberhentian, kata dia, dapat dijatuhkan jika pelanggaran terbukti terjadi.

"Kalau dulu pernah ada kasus nan anak itu langsung speak up, itu langsung kita tangani. Guru nan berkepentingan langsung kita keluarkan lantaran kita ada SOP-nya," katanya.

Meski demikian, dia mengakui pengawasan terhadap komunikasi individual antara pembimbing dan siswa mempunyai keterbatasan, terutama jika terjadi di luar lingkungan sekolah alias melalui media komunikasi pribadi.

"Kalau chatting-chattingan pembimbing secara personal, kan kita enggak bisa tahu jika anak ini enggak mengadu," ucapnya.

Firdaus menyebut sekolah telah membuka ruang pengaduan bagi siswa melalui wali kelas maupun pembimbing Bimbingan Konseling (BK). Setiap laporan nan masuk, kata dia, bakal ditindaklanjuti melalui proses investigasi internal.

"Kalau ada sesuatu nan memang tidak sesuai prosedur, anak ini bisa langsung ngomong sama wali kelasnya. Nanti wali kelas konsultasi dengan BK," jelasnya.

Ia juga memastikan tidak ada intimidasi maupun diskriminasi terhadap siswa nan berani melapor.

"Jadi ketika ada laporan, kita pasti lakukan investigasi. Dan jika terbukti ada pembimbing nan melanggar kode etik, dia pasti langsung diberhentikan oleh yayasan," ujarnya.

Firdaus turut mengimbau para siswa untuk tidak takut melapor andaikan mengalami dugaan tindakan serupa, baik nan melibatkan mantan kepala sekolah maupun tenaga pengajar lainnya.

"Kami sekolah ada di pihak siswa, dan kami juga pastikan keamanannya," katanya.

Sementara itu, proses norma mengenai dugaan child grooming tersebut tetap melangkah di Polres Tangerang Selatan.

Berdasarkan info nan dihimpun, pihak kepolisian berencana memediasi sejumlah pihak terkait, mulai dari terduga pelaku, korban, family korban, hingga pihak sekolah pada Selasa (19/5). Proses itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan dan rumor nan berkembang untuk menentukan langkah norma selanjutnya.

Para siswa kecam child grooming

Sebelumnya sejumlah siswa salah satu SMK swasta di Kota Tangerang Selatan menggelar tindakan demonstrasi mengenai dugaan kasus child grooming nan belakangan ramai diperbincangkan di lingkungan sekolah maupun media sosial.

Aksi para siswa berjalan di lapangan basket sekolah pada Senin (18/5). Mereka berasal dari beragam tingkatan kelas dan menyuarakan tuntutan agar pihak sekolah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dugaan kasus tersebut.

Dalam tindakan itu, para siswa membawa poster dan membentangkan spanduk berisi tuntutan kepada pihak sekolah. Salah satu poster bertuliskan "Bersihkan predator di sekolah ini".

Para siswa meminta adanya transparansi serta langkah tegas dari pihak sekolah mengenai dugaan kasus nan disebut menimbulkan keresahan di kalangan pelajar.

"Kami menuntut keadilan terhadap kawan saya nan diperlakukan seenaknya, terlebih ini menyangkut kehormatan wanita," ujar salah satu siswa saat menyampaikan aspirasi menggunakan pengeras suara.

Pihak sekolah membantah adanya intimidasi terhadap siswa dan memastikan penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur nan berlaku.

"Kami tegaskan juga, kami tidak mengintimidasi dan bakal menindak sesuai prosedur nan berlaku," lanjutnya.

(fra/arl/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional