Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, menyebut 4 WNI relawan Global Sumud Flotila (GSF) nan lolos dari pencegatan tentara Israel tetap dalam kondisi rawan. Mereka saat ini berada di laut Mediterania Timur.
Dalam misi perdamaian itu, diketahui ada 9 WNI nan ikut. Lima di antaranya sekarang diduga telah diculik tentara Israel.
"Empat Warga Negara Indonesia lainnya tetap berada di kapal berbeda di sekitar perairan Siprus alias Mediterania Timur," kata Dudung di kantornya, Selasa (19/5).
"Situasi di lapangan tetap sangat dinamis. Keempat penduduk negara Indonesia nan tetap berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan," tambah dia.
Dudung mengungkapkan, Kemlu telah berkoordinasi dengan sejumlah Kedutaan Besar RI di area sekitar, mulai dari KBRI Ankara, Kairo, Roma, hingga Amman.
"Termasuk menyiapkan langkah antisipatif seperti publikasi SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) andaikan paspor WNI disita serta support medis andaikan diperlukan," sambung dia.
Dia mengatakan, perwakilan Indonesia juga tengah melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI melangkah lancar.
"Indonesia juga telah berasosiasi dengan sembilan negara lainnya ialah Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol dalam suatu pernyataan berbareng nan mengutuk keras serangan Israel ke GSF," ucapnya.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·