Kepala BGN Nanik S Deyang Fokus Efisiensi Anggaran dan Moratorium Dapur MBG

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kepala BGN Nanik S Deyang Fokus Efisiensi Anggaran dan Moratorium Dapur MBG Kepala BGN Nanik S Deyang memberikan keterangan Gedung BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).(MI/Mohamad Farhan Zhuhri)

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menegaskan bahwa efisiensi anggaran menjadi prioritas utama dalam masa kepemimpinannya. Langkah strategis ini diambil menyusul penyesuaian anggaran BGN nan sekarang berada di nomor Rp268 triliun dalam Mata Uang Rupiah.

Dalam keterangannya di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6), Nanik mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan konsolidasi internal untuk memastikan program tetap melangkah optimal meski terjadi pemotongan anggaran. Ia berambisi dapat menekan pengeluaran lebih jauh tanpa mengurangi jumlah sasaran penerima manfaat.

“Hal utama nan telah kami telaah dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran. Kami concern, perihal pertama nan kami lakukan adalah melakukan efisiensi anggaran sehingga meskipun sekarang sudah dipotong tinggal Rp268 triliun, kami berambisi tetap bisa menurunkan lagi namun tidak mengurangi sasaran,” ujar Nanik, Jumat (4/6).

Moratorium dan Evaluasi Dapur MBG

Sebagai bagian dari penghematan, BGN memutuskan untuk melakukan moratorium alias penghentian sementara pembangunan titik-titik dapur baru Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus saat ini dialihkan pada refocusing golongan penerima faedah agar penyaluran lebih tepat sasaran.

Selain moratorium, Nanik menegaskan bakal melakukan pertimbangan ketat terhadap dapur-dapur MBG nan sudah beroperasi. Standarisasi kualitas makanan dan training Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi poin krusial dalam audit internal tersebut.

“Pembenahan dapur-dapur nan telah berdiri dan telah beraksi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan nan berkualitas. Bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami bakal lakukan suspensi,” tegasnya.

Ekspansi ke Wilayah 3T

Meski melakukan pengetatan anggaran, BGN tetap berkomitmen memperluas jangkauan program ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Nanik menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyiapkan skema pengganti agar ekspansi ini tidak memberikan beban tambahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami merealisasikan program MBG untuk wilayah 3T dengan beberapa pengganti skema penyelenggaraan agar tidak membebani APBN. Jadi kami konsentrasi kepada efisiensi anggaran,” pungkas Nanik. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia