Kepala Bakom Qodari soal 'Londo Ireng': Kita Fokus ke Subtansi

Sedang Trending 8 jam yang lalu

Surabaya, CNN Indonesia --

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari enggan menanggapi kritik terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis hingga pengamat dengan istilah 'Londo Ireng'.

Qodari meminta awak media untuk tidak berfokus pada polemik istilah tersebut, namun memperhatikan substansi isi pidato Prabowo. Ia kemudian membujuk awak media untuk memandang keseluruhan rangkaian pidato Presiden nan menurutnya konsisten memihak kepentingan rakyat.

"Pertama begini jika mengenai pernyataan presiden, pidato presiden mari kita lihat rangkaian pidato presiden, semuanya itu untuk memihak kepentingan rakyat," kata Qodari di Surabaya, Selasa (28/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Qodari memaparkan sejumlah topik nan menurutnya menjadi konsentrasi utama pidato Prabowo, mulai dari kesejahteraan petani hingga program energi.

"Konsisten sekali pidato presiden itu selalu berbincang meningkatkan kesejahteraan petani, taraf hidup petani, taraf hidup nelayan, ketahanan pangan, swasembada beras, ketahanan energi, pencapaian B50 ya," tuturnya.

Ia juga menyinggung sejumlah capaian lain nan disebutnya diungkap dalam pidato Prabowo, mulai dari proyek Blok Masela hingga dugaan praktik under invoicing dan transfer pricing nan merugikan negara.

"Kemudian juga gimana blok Masela sudah 28 tahun akhirnya dimulai. Kemudian gimana beliau mengungkap adanya praktik under invoicing, transfer pricing nan merugikan negara setiap tahun Rp500 triliun, Rp600 triliun itu semua mau dihentikan," katanya.

Menurut Qodari, poin-poin tersebut merupakan substansi sesungguhnya nan perlu disorot dari pidato Prabowo.

"Jadi insyaallah kita jika konsentrasi kepada substansi itulah poin-poin nan sesungguhnya dari pidato Bapak Presiden," ujarnya.

Saat ditanya soal mengenai dorongan sejumlah organisasi pekerjaan wartawan nan meminta Prabowo meminta maaf, Qodari enggan menjawabnya.

Ketika pertanyaan serupa kembali dilontarkan, termasuk soal ada tidaknya info nan mendasari pernyataan Prabowo, Qodari tetap mengulang jawaban nan sama tanpa merinci lebih lanjut.

"Kita lihat pada substansinya teman-teman. Substansi pada teman-teman," kata dia.

Sebelumnya, Prabowo menyindir pihak nan dulu pada era kolonial disebut sebagai londo ireng pada hari ini. Dalam catatan sejarah Indonesia, Londo Ireng merujuk sebagai julukan bagi pribumi nan dianggap berkhianat dengan membantu alias bekerja untuk kolonialis Belanda.

"Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang tetap ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, wartawan apa itu? pengamat, LSM. LSM kudu kita tanya, nan penghasilan lo siapa? nan bayar listrikmu siapa? nan bayar handphonemu siapa?" kata Prabowo dalam pidatonya di Puncak Harlah ke-28 PKB, Jakarta, Kamis (23/7).

Prabowo beranggapan sejak era kolonialisme dulu, sudah ada orang-orang Indonesia nan tidak patriotik dan justru mengabdi kepada bangsa lain. Pada saat nan sama, Prabowo menyindir ada media nan disebut seakan menafikan kebenaran bahwa pemerintahannya telah banyak merenovasi gedung gedung sekolah.

Ia mengatakan sejauh ini, pemerintahannya telah memperbaiki sekitar 67 ribu lebih gedung sekolah di Indonesia, dan tahun depan dia menginstruksikan agar jumlahnya ditambah hingga 100 ribu sekolah.

"Yang sekian belas tahun tidak disentuh. Saudara-saudara, ada juga media-media yang... ya kan? Walaupun kita sudah perbaiki 67 ribu sekolah, dia cari sekolah nan belum diperbaiki, dia foto besar, taruh di laman pertama, aduh," ujarnya.

(frd/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional