Kepala Bakom Qodari Buka Suara soal Komisaris BUMN

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pemilihan komisaris badan upaya milik negara (BUMN) dengan latar belakang berbeda membawa perspektif baru dalam upaya mengawal agenda pemerintah.      

Ditemui usai membuka Nusantara Media Fest 2026 di Jakarta, Sabtu, Qodari menyampaikan bahwa dalam pengalamannya pernah menjadi komisaris salah satu BUMN, peran komisaris menjadi krusial untuk memberikan pengarahan sekaligus mengawal agenda pemerintah.

"Dan jika bicara pengalaman saya di Pertamina Hulu Energi, kita bisa membantu juga untuk memandang alternatif-alternatif solusi. Karena kita datang dari latar belakang nan berbeda, kita datang dari luar, sebetulnya ada perspektif nan baru nan bisa dibawa ke dalam perusahaan di mana kita menjadi komisaris," kata Qodari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu merespons soal rumor pengangkatan komisaris di sejumlah perusahaan BUMN nan menjadi pembicaraan masyarakat, termasuk pemilihan asisten pribadi Raffi Ahmad, Mufi Budi Ananda, sebagai komisaris PT Krakatau Posco serta Gina Febriyanti Ginting, relawan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden 2024, sebagai komisaris PT Pertamina Retail.

Qodari mengatakan bahwa pemilihan komisaris untuk suatu perusahaan adalah perihal normal nan biasa dilakukan, tidak hanya di perusahaan di bawah BUMN, tetapi juga di korporasi swasta.

Keberadaannya memberi faedah pada suatu BUMN dalam menjalankan pengawasan dan memberikan buahpikiran serta gagasan.

"Kalau irit saya, jika namanya komisaris itu sebetulnya modal dasarnya dua. Pertama, logika sehat, nan kedua, niat baik," tuturnya.

Dia menambahkan bahwa pihak nan ditempatkan sebagai komisaris biasanya sudah mempunyai pengalaman baik organisasi, pemerintah bahwa maupun swasta nan kemudian memberikan perspektif baru dalam tugasnya sebagai pengawasan suatu perusahaan BUMN.

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani juga menyatakan bahwa DPR terus mendorong pengangkatan komisaris BUMN diisi dengan orang-orang nan ahli dan kompeten dalam pernyataan di kompleks parlemen, Senayan, Kamis (2/7).

Posisi komisaris BUMN saat ini banyak diisi wakil menteri Kabinet Prabowo Subianto-Gibran, pejabat ASN, politisi, relawan, hingga orang-orang dekat dari para elite partai.

(antara/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional