Kenapa Telur? Ini Alasan Program One Day One Egg di PAUD Rusun Marunda

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pelaksanaan Program One Day One Egg di Rusun Marunda. Foto: Widya/kumparan

Riuh keceriaan anak terdengar di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cahaya Permata Indonesia (CPI), Rusun Marunda, Jakarta Utara, Kamis 9 April lalu. Mata mereka tertuju ke satu objek nan setiap pagi dibagikan: telur.

Pembagian telur ini rupanya sudah dilakukan sejak Agustus 2025. Program kerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Sinar Mas, nan dinamai One Egg One Day (Satu Hari Satu Telur).

Kepala Sekolah PAUD CPI, Tursenawati, menyebut saat ini sebanyak 69 siswa menerima faedah program One Egg One Day. Setiap anak mendapatkan satu butir telur setiap hari, tanpa terkecuali.

Telur dipilih lantaran dinilai sebagai sumber protein nan mudah didapat, terjangkau, dan praktis untuk diolah dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan alias daging.

Pelaksanaan Program One Day One Egg di Rusun Marunda. Foto: Widya/kumparan

“Karena protein nan memang mudah dicari dan mudah dapat itu adalah telur gitu, kan. Jadi dari telur itu anak-anak sudah terbantu proteinnya, nanti, kan, ditambah lagi di rumah, kan, dapat protein lagi dari orang tuanya memasak ikan alias daging,” kata Tursenawati di PAUD CPI, Jakarta Utara, Kamis (9/5).

Selain itu, telur juga elastis untuk diolah menjadi beragam menu sederhana. Di sekolah, telur disajikan secara bergantian, mulai dari direbus, digoreng dadar, hingga ceplok agar anak-anak tidak merasa bosan.

Perempuan nan berkawan disapa Sena itu menyebut pendekatan ini terbukti efektif. Anak-anak nan sebelumnya tidak menyukai telur, perlahan mulai terbiasa apalagi menyukainya. Salah satu aspek pendorongnya adalah kebiasaan makan berbareng di sekolah.

Tak hanya soal kebiasaan makan, program ini juga menunjukkan akibat positif pada kondisi bentuk anak. Berdasarkan pemantauan rutin setiap tiga bulan, terjadi peningkatan berat badan pada siswa.

“Jadi sampai kemarin terakhir bulan Januari itu ada kenaikan (berat badan) semuanya. Jadi program ini sukses gitu. Jadi One Day One Egg ini berhasil,” ujarnya.

Pelaksanaan Program One Day One Egg di Rusun Marunda. Foto: Widya/kumparan

Tenaga Ahli dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Andi Muhammad Jufri, menyebut telur mengandung protein dan omega nan dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak, terutama pada masa usia dini.

Dengan demikian, pemenuhan gizi pada masa tersebut menjadi sangat penting. Namun dalam praktiknya, tetap banyak family nan menghadapi keterbatasan dalam menyediakan asupan bergizi bagi anak.

“Marunda ini salah satu letak dirancang oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak nan mau agar ibu-ibu kita di sini mandiri, sehat, anak-anaknya tumbuh dalam lingkungan nan menghasilkan kepintaran fisik, intelektual, kepintaran emosional, dan spiritual,” katanya.

Menurut dia, program One Day One Egg bisa menjadi salah satu solusi sederhana namun berakibat nyata. Selain membantu kebutuhan protein harian, program ini juga membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan