Kenapa Sebagian Pengguna Memilih Disable BitLocker Device Encryption di Windows 11?

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jika sebelumnya kita sudah membahas mengenai Kenapa Device Encryption di Windows 11 Wajib Kamu Aktifkan, kali ini mari kita telaah kebalikannya guys.

Nah jadi, pada dasarnya Windows 11 memang sekarang semakin konsentrasi pada keamanan, salah satunya dengan mengaktifkan Device Encryption secara otomatis pada perangkat nan mendukungnya. Fitur ini menggunakan teknologi BitLocker untuk mengenkripsi drive sistem sehingga info tetap terlindungi jika perangkat lenyap alias dicuri.

Namun, meskipun BitLocker jelas mempunyai faedah dari sisi keamanan, tidak semua pengguna sebenarnya memerlukan fitur ini. Bahkan dalam beberapa kondisi, menonaktifkan BitLocker Device Encryption bisa memberikan untung tersendiri loh.

Tapi pertanyaannya, apakah kita memang kudu menonaktifkan BitLocker? Jawabannya tentu tidak selalu lantaran semuanya tergantung kebutuhan pengguna dan gimana perangkat tersebut digunakan.

Apa Itu BitLocker Device Encryption?

Nah sebelum kita lanjut, kita perlu memahami terlebih dulu apa nan dimaksud dengan Device Encryption.

Jadi, BitLocker adalah fitur enkripsi bawaan Windows nan berfaedah mengenkripsi isi drive, dengan begitu, jika seseorang mengambil SSD alias HDD dari perangkat kita dan mencoba membukanya menggunakan komputer lain, info di dalamnya tidak bisa langsung dibaca.

Contohnya seperti pada gambar diatas, saya mencoba membuka SSD Windows 11 dengan Bitlocker Device Encryption nan aktif di Ubuntu, hasilnya nihil dan kita wajib memasukan recovery key dari BitLocker tersebut.

Namun, tetap saja ada beberapa argumen kenapa sebagian pengguna mungkin memilih untuk menonaktifkannya.

Performa Bisa Sedikit Lebih Ringan

Nah nan paling sering dibahas jelas adalah performa, lantaran BitLocker kudu melakukan proses enkripsi dan dekripsi ketika info dibaca alias ditulis ke drive. Microsoft sendiri menyebut bahwa BitLocker biasanya memberikan overhead performa kecil, umumnya hanya dalam persentase satu digit, tergantung pada aktivitas storage.

Namun pada PC modern dengan CPU dan SSD nan cepat, dampaknya mungkin nyaris tidak terasa, tapi jika Anda tetap pakai HDD, meskipun memang tetap tidak bakal terlalu terasa, tapi dalam beberapa kondisi, Disk Usage rasanya lebih berat daripada biasanya.

Nah dengan BitLocker dinonaktifkan, sistem tidak perlu melakukan proses enkripsi dan dekripsi untuk setiap aktivitas storage. Dalam kondisi tertentu, proses baca dan tulis dapat menjadi sedikit lebih ringan.

Namun tentu, perlu digarisbawahi bahwa jangan berambisi performa Windows tiba-tiba meningkat drastis lantaran BitLocker bukan penyebab utama Windows terasa lambat.

Proses Update dan Perubahan Hardware Bisa Lebih Sederhana

Nah ini nan menurut saya paling menarik, lantaran pengguna BitLocker mungkin pernah mengalami kondisi ketika Windows meminta BitLocker Recovery Key.

Contohnya seperti pada gambar diatas, dimana perihal ini dapat terjadi ketika BitLocker mendeteksi perubahan tertentu pada perangkat alias konfigurasi sistem.

Microsoft menjelaskan bahwa perubahan nan memengaruhi pengesahan TPM dapat menyebabkan sistem meminta recovery key sebelum drive dibuka, entah itu ada pembaruan firmware, perubahan pada TPM, perubahan pada secure boot dan lainnya, Windows bisa saja meminta recovery key dan rasanya itu cukup menyebalkan.

Dengan dinonaktifkannya BitLocker Device Encryption, perangkat tidak bakal pernah lagi mendapati kasus seperti itu guys.

Lebih Mudah untuk Dual Boot

Kamu pengguna Linux dan Windows dengan setup dual boot di PC kamu?, jika iya, maka mengaktifkan BitLocker Device Encryption juga bisa menambah kompleksitas dalam proses tersebut.

Hal tersebut lantaran drive terenkripsi, akses terhadap partisi Windows dari sistem operasi lain menjadi lebih terbatas. Bahkan ketika terjadi masalah Windows dan kita kudu melakukan troubleshooting melalui perangkat lain, info tidak bisa langsung diakses tanpa proses unlock nan sesuai.

Bagi pengguna nan memang sering melakukan penelitian sistem, menonaktifkan Device Encryption bisa membikin proses troubleshooting menjadi lebih sederhana.

Tidak Semua Data Membutuhkan Full Disk Encryption

Nah ini perihal nan jadi perhatian saya, apalagi saya saat ini menonaktifkan BitLocker Device Encryption di Mini PC GEEKOM A5 nan saya pakai.

Alasannya tentu lantaran tidak semua pengguna dan perangkat mempunyai kebutuhan keamanan nan sama. Untuk perangkat laptop nan sering dibawa pergi, laptop alias aset perusahaan, perangkat berisi info sensitif alias perihal lain nan berkarakter rahasia, jelas BitLocker Device Encryption ini sangat bermanfaat.

Namun dalam beberapa kasus, misalkan PC rumahan nan sudah pasti tidak bakal pernah dibawa kemana mana, sepertinya mengaktifkan fitur tersebut rasanya terlalu over protektif deh, terlebih lantaran akibat pencurian drive secara bentuk mungkin jauh lebih kecil.

Selain itu ada beberapa argumen lain nan membikin sebagian pengguna mungkin merasa bahwa BitLocker Device Encryption tidak terlalu diperlukan, terutama pada perangkat nan penggunaannya cukup terbatas.

Recovery Data Bisa Lebih Mudah

Nah guys, ini juga menjadi salah satu untung jika BitLocker Device Encryption dinonaktifkan.

Misalkan suatu saat Windows mengalami masalah dan tidak bisa boot, kemudian Anda mau mengambil info dari SSD tersebut menggunakan komputer lain, dengan drive tidak terenkripsi, prosesnya tentu jauh lebih sederhana lantaran Anda tinggal memasang SSD tersebut ke perangkat lain dan langsung mengakses file nan dibutuhkan.

Namun jika BitLocker aktif, prosesnya sedikit berbeda, dan seperti nan sudah saya contohkan sebelumnya, drive tersebut bakal tetap meminta BitLocker Recovery Key sebelum info dapat diakses. Jadi meskipun SSD tetap dalam kondisi baik, kita tetap memerlukan recovery key untuk membuka isi drive tersebut.

Itupun jika kita punya, gimana jika tidak, lampau tidak ada backup, jelas itu cukup menyulitkan.

Tidak Perlu Khawatir Recovery Key

Nah terakhir, ini tetap berangkaian dengan Recovery Key, nan pasti, dengan tidak aktifnya BitLocker Device Encryption, kita tidak lagi cemas bakal masalah nan membikin Windows tiba-tiba meminta recovery key setelah adanya perubahan tertentu pada sistem.

Tidak ada lagi panik dan bertanya Recovery key saya dimana.

Untuk sekarang, saya sendiri menonaktifkan fitur ini, bukan lantaran saya tidak suka, tapi rasanya terlalu over protektif dan over power saja, dan satu lagi, saya rasa setelah menonaktifkan fitur ini, disk usage sedikit lebih ringan loh, apalagi saat idle pun nyaris seperti tidak ada proses nan berjalan.

Hal ini lantaran saat BitLocker Device Encryption aktif, setiap info nan masuk dan keluar dari disk kudu melalui proses tambahan berupa enkripsi dan dekripsi.

Nah mungkin itu saja sih argumen kenapa sebagian pengguna memilhi untuk disable BitLocker Device Encryption di Windows 11, lantaran pada akhirnya, fitur ini memang menawarkan keamanan tambahan, tetapi tidak semua perangkat mempunyai kebutuhan nan sama.

Jika perangkat Anda sering dibawa berjalan alias menyimpan info penting, BitLocker jelas sangat disarankan. Namun untuk PC rumahan alias perangkat nan hanya digunakan untuk eksperimen, menonaktifkannya bisa membikin penggunaan sistem terasa sedikit lebih sederhana dan fleksibel.

Tapi gimana menurutmu? komen dibawah guys.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com