Kenapa Perempuan Sering Merasa Bersalah saat Self-Reward? Ini Penjelasan Psikologisnya

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Kenapa Perempuan Sering Merasa Bersalah saat Self-Reward? Ini Penjelasan Psikologisnya

Self-reward. (Foto: Freepik)

APAKAH kamu pernah merasa sudah lama mengincar sesuatu, lampau akhirnya membelinya? Tapi, bukannya merasa senang usai self-reward, Anda malah kepikiran apakah sebenarnya perlu alias tidak. Perasaan ini seringnya dialami perempuan. 

Kalau pernah, Anda tidak sendirian. Dilansir dari Times of India, rasa bersalah setelah mengeluarkan duit untuk diri sendiri alias self-reward rupanya tidak selalu hanya soal nilai peralatan alias kondisi keuangan.

Jual Beli Barang Ilegal, Ini Hukumnya Menurut Islam

1. Bukan Cuma Soal Bisa alias Tidak Membeli

Seseorang mungkin sebenarnya bisa membeli peralatan nan diinginkan. Namun, tetap saja muncul pertanyaan seperti, “Uang ini sebaiknya dipakai untuk apa?” alias “Apa saya betul-betul memerlukan ini?”.

Barang nan dibeli pun tidak kudu mahal. Bisa berupa baju, makan di restoran, pergi ke salon, liburan, alias sekadar membeli sesuatu nan sudah lama diinginkan. Penelitian mengenai sikap terhadap duit dan perilaku konsumen menunjukkan bahwa emosi saat menggunakan duit dapat dipengaruhi oleh kepercayaan tentang uang, kebiasaan mengatur keuangan, pengalaman keluarga, hingga tuntutan sosial.

2. Terbiasa Mendahulukan Orang Lain

Bagi sebagian perempuan, duit juga bisa berangkaian erat dengan tanggung jawab keluarga. Mereka mungkin terbiasa mendahulukan kebutuhan anak, pasangan, orang tua, alias kebutuhan rumah tangga.

Akibatnya, membeli sesuatu untuk diri sendiri bisa terasa seperti perihal nan tidak terlalu penting. Bahkan ketika sebenarnya duit tersebut tetap kondusif untuk digunakan.

Kebiasaan seperti ini juga dapat terbentuk sejak kecil. Cara family mengajarkan dan menggunakan duit dapat memengaruhi gimana seseorang memandang serta mengambil keputusan soal finansial ketika sudah dewasa.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑