
Kenapa Mobil di Indonesia Pakai Setir Sebelah Kanan? Ini Alasannya (Ilustrasi/Okezone/Erha A Ramadhoni)
JAKARTA - Kenapa mobil di Indonesia pakai setir sebelah Kanan? Artikel ini bakal mengulas argumen hingga sejarah setir kanan di Indonesia.
Sebagian besar negara di bumi menerapkan sistem lampau lintas dengan setir kiri dan lajur kanan. Sebaliknya, mobil-mobil di Indonesia menggunakan setir kanan dan melaju di lajur kiri. Kebiasaan ini rupanya punya akar sejarah nan menarik.
Fenomena ini rupanya berakar dari aspek sejarah. Di saat banyak negara di bumi memilih setir kiri, Indonesia justru menganut sistem nan berbeda.
Lantas, apa nan melatarbelakangi perbedaan tersebut? Simak ulasan sebagaimana melansir laman World Standards, Rabu (14/10/2026):
1. Pengaruh Kolonial Belanda (Mulai 1600-an)
Pada masa kolonialisme Belanda, patokan lampau lintas di Hindia Belanda, nama Indonesia kala itu, mengikuti ketentuan nan bertindak di negeri induknya. Belanda disebut menerapkan sistem berkendara di lajur kiri, sehingga posisi kemudi kendaraan berada di sisi kanan.
Pengaruh tersebut tak lepas dari kebiasaan banyak negara Eropa pada era itu, termasuk Inggris, nan memakai sistem setir kanan. Pola ini dimaksudkan agar tangan kanan pengendara lebih leluasa memegang pedang, sebuah tradisi warisan era berkuda dan kereta kuda. Ketika kendaraan bermotor mulai masuk ke Hindia Belanda pada awal abad ke-20, patokan itu tetap dipertahankan.
Interior Wuling Darion
2. Peralihan Belanda ke Setir Kiri (akhir abad 18)
Belanda mulai beranjak ke setir kiri. Hal ini ditandai era invasi Napoleon Bonaparte pada akhir abad 18 hingga awal abad 19 alias sekitar tahun 1795-1810.
Namun, kebijakan tersebut tidak bertindak di Hindia Belanda alias Indonesia. Wilayah ini tetap mempertahankan patokan lama.
3. Pengaruh Pendudukan Jepang (1942-1945)
Selama Perang Dunia II, Jepang menduduki Indonesia dan memberi pengaruh pada sejumlah aspek, termasuk transportasi. Jepang sendiri menerapkan patokan berkendara di lajur kiri dengan setir di sisi kanan, sistem nan tetap bertindak di negara tersebut hingga kini.
Namun, lantaran masa pendudukan hanya berjalan beberapa tahun, tidak ada perubahan signifikan nan terjadi. Aturan berlalu lintas di Indonesia tetap melanjutkan kebiasaan nan telah bertindak sejak era kolonial Belanda.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·