
Kenapa Hari Imlek Selalu Jatuh di Tanggal Berbeda? Ini Penjelasannya (Foto: Freepik)
JAKARTA - Kenapa Hari Imlek selalu jatuh di tanggal berbeda? Ini penjelasannya. Tahun Baru Imlek dirayakan lantaran didasarkan pada almanak lunisolar Tiongkok, nan selaras dengan fase bulan dan tahun mentari inilah sebabnya Tahun Baru Imlek dirayakan pada tanggal nan berubah setiap tahunnya, biasanya antara 21 Januari dan 20 Februari.
Festival ini menandai awal tahun baru lunar dan mempunyai akar nan dalam dalam siklus pertanian, penghormatan leluhur, dan tradisi mitologi, terutama pertempuran legendaris melawan hewan galak Nian. Penentuan waktu ini memastikan keselarasan dengan perubahan musim dan pergerakan barang langit, menjadikannya salah satu peristiwa budaya paling krusial dalam tradisi Tiongkok.
Kalender Lunisolar Jadi Penentu Tanggal Imlek
Mengutip laman Alibaba, Jumat (6/2/2026), perbedaan tanggal Tahun Baru Imlek setiap tahun terjadi lantaran perhitungannya menggunakan almanak lunisolar. Sistem almanak ini menggabungkan pergerakan bulan dan matahari, berbeda dengan almanak Gregorian nan hanya berbasis matahari.
Dalam almanak Tiongkok, satu bulan lunar berjalan sekitar 29–30 hari. Jika dijumlahkan, 12 bulan lunar hanya mencapai sekitar 354 hari, lebih pendek 11 hari dibandingkan almanak matahari. Untuk menyesuaikan dengan siklus musim, almanak Imlek menambahkan satu bulan kabisat setiap dua hingga tiga tahun.
Mengapa Tanggalnya Selalu Bergeser?
Penyesuaian tersebut membikin tanggal Imlek terus berubah jika dilihat dari almanak Masehi. Namun, secara astronomi, penentuan Tahun Baru Imlek selalu merujuk pada bulan baru kedua setelah titik kembali mentari musim dingin.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·