Pernah nggak sih Anda sadar jika nyaris semua minuman berbahan rempah selalu pakai jahe? Mulai dari wedang jahe, teh jahe, susu jahe, jamu tradisional, sampai ginger shot nan lagi populer, nyaris semuanya menjadikan jahe sebagai bahan utama.
Bahkan di rumah, saat badan mulai terasa nggak lezat alias cuaca sedang dingin, kalimat seperti, "Bikin jahe hangat, yuk," mungkin sudah sangat berkawan didengar. Rasanya seperti jahe sudah menjadi "obat andalan" sejak dulu. Tapi, sebenarnya kenapa ya kudu jahe? Kenapa bukan rempah lain?
Ternyata, alasannya bukan hanya lantaran tradisi.
Bukan Sekadar Bikin Hangat
Hal pertama nan langsung terasa setelah minum jahe tentu sensasi hangatnya. Itulah nan membikin banyak orang merasa lebih nyaman, terutama saat hujan alias tubuh sedang kurang fit.
Rasa hangat ini bukan hanya lantaran minumannya disajikan panas. Jahe memang punya kandungan alami nan memberi sensasi hangat di tubuh. Itulah kenapa secangkir susu jahe alias wedang jahe sering terasa "menenangkan", meski tentu bukan berfaedah bisa langsung menyembuhkan penyakit.
Mudah Dipadukan dengan Apa Saja
Kalau dipikir-pikir, jahe termasuk rempah nan fleksibel. Mau dicampur madu, serai, kayu manis, lemon, apalagi susu sekalipun tetap cocok.
Mungkin itu juga argumen kenapa jahe nyaris selalu muncul dalam beragam minuman berbahan rempah. Selain aromanya khas, rasanya juga tidak terlalu tajam sehingga mudah diterima banyak orang. Dari resep tradisional sampai menu di kafe modern, jahe tetap punya tempatnya sendiri.
Bukan Tren Baru
Banyak nan mengira minuman jahe baru terkenal belakangan lantaran tren hidup sehat. Padahal, jauh sebelum ada ginger shot alias teh herbal kemasan, masyarakat Indonesia sudah lebih dulu mengenal wedang jahe dan jamu.
Bedanya, sekarang jahe dikemas dengan tampilan nan lebih modern sehingga lebih diminati beragam kalangan, terutama anak muda. Meski tampilannya berubah, bahan utamanya tetap sama.
Jadi, Memang Bermanfaat?
Inilah nan membikin jahe tetap sering diteliti hingga sekarang. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jahe mengandung senyawa alami nan berpotensi memberikan faedah bagi tubuh, seperti membantu meredakan mual, memberikan pengaruh hangat, dan mempunyai sifat antioksidan. Namun, faedah tersebut bukan berfaedah jahe bisa menggantikan obat dari dokter.
Karena itu, menikmati minuman jahe sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai solusi untuk semua masalah kesehatan.
Secangkir Jahe nan Punya Cerita Panjang
Jahe mungkin terlihat sederhana. Harganya terjangkau, mudah ditemukan di pasar, apalagi sering tersedia di dapur rumah. Namun, di kembali kesederhanaannya, rempah ini punya perjalanan panjang. Dari resep tradisional nan diwariskan turun-temurun hingga menjadi bahan minuman modern nan banyak digemari, jahe membuktikan bahwa sesuatu nan sederhana bisa tetap relevan di beragam zaman.
Jadi, lain kali saat menikmati secangkir wedang jahe, susu jahe, alias teh jahe, Anda mungkin tidak hanya menikmati rasanya nan hangat, tetapi juga memahami kenapa rempah satu ini nyaris tidak pernah tidakhadir dari beragam minuman berbahan rempah.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·