
Kenapa Banyak Batu Kerikil di Rel Kereta Api? Ini Alasannya (Ilustrasi/Okezone)
JAKARTA - Kenapa banyak batu kerikil di rel kereta api? Ternyata, bukan tanpa argumen di rek kereta terdapat banyak batu kerikil di rel kereta api. Ini argumen terdapat banyak batu kerikil di rel kereta api.
1. Batu Kerikil di Rel Kereta
Jika dilihat sekilas, batu-batu tersebut mirip seperti kerikil alias batuan biasa. Namun, rupanya kerikil alias batu-batu nan melapisi rel kereta itu dikenal dengan julukan track ballast alias pemberat rel.
Dari info nan dihimpun, Selasa (5/5/2026), pemberat rel merupakan material nan berupa batu-batuan dan kerikil unik nan membentuk landasan rel tempat alas rel kereta diletakkan dan diikatkan. Bentuk dan tekstur batu-batu pada pemberat rel ini nyaris selalu sama di seluruh dunia.
Batu-batu dalam pemberat rel mempunyai permukaan nan tidak mulus dan ujung batu nan bergerigi sehingga membikin batu-batu ini saling mengunci satu sama lain dan tetap memperkuat di posisinya dalam waktu nan relatif lama.
Penempatan batu-batu dalam pemberat rel ini juga tidak bisa sembarangan. Batu-batu ini dikemas di bawah, di antara dan di sekitar rel kereta. Biasanya ketebalan pemberat rel berkisar antara 25-30 cm. Ketebalannya bervariasi tergantung kondisi tertentu nan berangkaian dengan kondisi alam dan letak geografis rel kereta api.
Diketahui, rel kereta terbuat dari baja dan material logam lainnya nan rentan terkena korosi dan berkarat. Hal ini bisa terjadi lantaran terus-terusan terpapar oleh kondisi alam, termasuk panas dan dan hujan serta tumbuh-tumbuhan nan secara organik tumbuh di sekitar rel dan keausan pada rel nan terjadi secara umum.
Alasan utama di kembali kegunaan dan keberadaan dari pemberat rel adalah untuk melindungi sepanjang rel kereta api. Selain itu, berikut beberapa argumen dan kegunaan batu di rel kereta api:
Menahan Bantalan Rel di Posisinya
Setiap harinya, kereta api kargo dan penumpang melintas di atas rel kereta api tiada hentinya. Rel kereta tersebut kudu menahan beban dan tekanan nan besar dari kereta api secara terus-menerus.
Karena argumen ini, pemberat rel datang untuk menahan alas rel tetap memperkuat pada posisinya sehingga tidak bergerak ketika kereta api berat melintas. Tanpa pemberat rel, alas rel tersebut dapat terlepas dan tidak berfaedah secara maksimal akibat tekanan konstan dari kereta nan melintas.
Peredam Getaran
Getaran nan terjadi ketika sedang menaiki kereta api diakibatkan lantaran rel kereta api tidak selamanya rata dan mempunyai permukaan nan mulus. Pemberat rel bisa menyerap getaran nan disebabkan oleh kereta api nan bergerak. Efek peredam getaran nan dihadirkan batu-batu pemberat rel ini menambah aspek kenyamanan bagi penumpang nan menaiki kereta api.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·