Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 09 Juni 2026 |15:54 WIB

Kondisi pelemahan Mata Uang Garuda nan sempat menembus Rp18.000 per USD menjadi peringatan bagi bangsa. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Bank Indonesia memutuskan meningkatkan kembali suku kembang acuannya menjadi 5,50 persen. Rupiah menguat 129 poin alias 0,71 persen ke level Rp18.085 per USD.
Meski demikian, kondisi pelemahan Mata Uang Garuda nan sempat menembus Rp18.000 per USD menjadi peringatan bagi bangsa untuk segera mengalihkan konsentrasi pada penguatan fondasi ekonomi nasional.
"Jadi tantangan terbesarnya adalah gimana menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian dunia saat ini, sembari tetap menjaga kepercayaan investor. Karena kita sedang berada dalam masa transisi, ketika pemerintah tengah berupaya beralih bentuk dari ketergantungan terhadap modal asing menuju kemandirian pembiayaan nasional," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Pemuda Indonesia, Akhrom Saleh, Selasa (9/6/2026).
Ia juga menyoroti keputusan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, nan secara tegas menolak tawaran pinjaman dari IMF dan Bank Dunia senilai USD20 miliar hingga USD30 miliar. Keputusan tersebut diambil lantaran APBN dinilai sangat solid, didukung oleh Saldo Anggaran Lebih (SAL) nan mencapai Rp420 triliun.
"Saat ini pemerintah sedang membangun kedaulatan nasional nan kudu kita dukung. Menurut saya, Pak Purbaya sudah tepat dan cerdas. Dengan menolak utang dari lembaga moneter internasional, artinya pemerintah saat ini sudah tidak mau disetir dan tidak mau lagi diatur oleh mereka," ujarnya.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·