Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyesalkan gagalnya kesepakatan dalam perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, meski perbincangan nan difasilitasi Pakistan telah berjalan intensif.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam konvensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (16/4).
"Indonesia menyesalkan belum mencapainya kesepakatan dalam perundingan antara AS dan Iran, terlepas tentunya dari kerja keras nan dilakukan oleh Pakistan dalam memfasilitasi perbincangan antara dua belah pihak," ujarnya.
Meski belum mencapai hasil konkret, Indonesia menilai proses perbincangan ini sebagai fondasi krusial untuk membuka ruang diplomasi lebih lanjut.
"Namun, Indonesia memandang perundingan ini merupakan langkah awal nan tepat dan sangat krusial dan perlu terus dilanjutkan," terang Yvonne.
Ia juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghindari eskalasi bentrok nan lebih luas di tengah situasi sensitif.
"Kita menyerukan kepada seluruh pihak untuk terus menahan diri dan tetap mengedepankan perbincangan dan diplomasi serta menghindari meluasnya pengaruh bentrok terhadap stabilitas dan perdamaian dunia," ungkapnya.
Selain itu, Yvonne kembali menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara serta kepatuhan terhadap norma internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Kita tekankan pentingnya untuk menghormati kedaulatan dan integritas setiap negara serta penghormatan terhadap norma internasional dan Piagam PBB," ujarnya.
Kemlu memastikan komitmen negara untuk terus mendukung beragam upaya diplomasi dalam meredakan ketegangan.
"Dan kita menyatakan kembali komitmen untuk terus mendukung upaya-upaya diplomasi nan dilakukan mengenai rumor ini," tegasnya.
Diketahui, AS dan Iran telah melakukan perundingan tenteram di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4) dan berhujung tanpa kesepakatan pada Minggu (12/4). Negosiasi nan berjalan selama 21 jam itu kandas usai kedua negara berbeda tajam, terutama mengenai rumor program nuklir Iran dan tuntutan masing-masing pihak.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·