Kemlu Kawal Kasus Ibu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dibunuh di Malaysia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Seorang wanita asal Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22), nan sedang mengandung diduga disiksa dengan sadis hingga tewas di Malaysia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus berkoordinasi melakukan pendampingan dan penanganan kasus tersebut.

"Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan KBRI Kuala Lumpur terus melakukan langkah-langkah pendampingan dan koordinasi dalam penanganan kasus seorang Warga Negara Indonesia (WNI) nan meninggal bumi akibat dugaan tindak pidana pembunuhan di wilayah Sepang, Selangor, Malaysia," kata Yvonne Elizabeth Mewengkang, kepada detikcom, Kamis (25/6/2026).

Awalnya setelah menerima info dari Polis Diraja Malaysia (PDRM) mengenai penemuan jenazah seorang wanita nan diduga WNI pada 3 Juni 2026, KBRI Kuala Lumpur melakukan koordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri dan Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri untuk melakukan proses identifikasi korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil pemeriksaan sidik jari nan dilakukan oleh Pusident Bareskrim Polri, identitas korban dipastikan merupakan WNI berinisial P.H.A., wanita asal Provinsi Aceh. Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur lampau menelusuri dan mencari family korban melalui jejaring masyarakat Aceh di Malaysia.

"Melalui upaya tersebut, KBRI Kuala Lumpur sukses menjalin komunikasi dengan family korban melalui Ibu I.G. mengenai penyampaian info dimaksud," kata Yvone.

KBRI Kuala Lumpur juga telah menyampaikan komunikasi resmi kepada Investigating Officer (IO) PDRM nan menangani perkara tersebut untuk mengonfirmasi status kebangsaan korban sebagai WNI. Dalam komunikasi tersebut, KBRI Kuala Lumpur turut menyampaikan info mengenai support nan diberikan oleh organisasi masyarakat Aceh di Malaysia dalam proses pengurusan jenazah.

Berdasarkan info nan diperoleh dari pihak PDRM, terduga pelaku telah sukses ditangkap dan saat ini sedang menjalani proses investigasi serta proses norma lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan Malaysia. KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi dengan pihak PDRM untuk memantau perkembangan penanganan perkara dan memperoleh info terkini mengenai proses norma nan sedang berlangsung.

Sementara itu mengenai penanganan jenazah, KBRI Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan family korban dan beragam pihak terkait. Sesuai dengan permintaan keluarga, jenazah almarhumah P.H.A. direncanakan dipulangkan ke Indonesia pada 24 Juni 2026 setelah seluruh proses manajemen dan perizinan diselesaikan.

Lebih lanjut Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur juga menyampaikan belasungkawa nan mendalam kepada family korban atas kejadian tersebut. Kemlu bakal terus memantau perkembangan kasus tersebut dan mendampingi family korban.

"Kementerian Luar Negeri dan KBRI Kuala Lumpur bakal terus memantau perkembangan kasus ini secara seksama serta memastikan pemberian pendampingan kekonsuleran nan diperlukan bagi family korban, termasuk dalam proses pemulangan jenazah dan pemantauan proses norma nan sedang berjalan, sesuai dengan ketentuan norma dan peraturan nan berlaku," katanya.

Sebelumnya, seorang wanita asal Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22), diduga dibunuh di Malaysia. Korban nan sedang mengandung diduga disiksa dengan sadis hingga akhirnya melahirkan secara prematur.

"Korban disiksa dengan sangat kejam. Perutnya dipijak dan dipukul berulang kali hingga akhirnya melahirkan sendiri sebelum waktunya. Dalam kondisi tersebut, bayi lahir bergelimang darah," kata Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma, dilansir detikSumut, Selasa (23/6).

Dia mengaku mendapat info itu setelah timnya dan Gabungan Aceh Bersatu (GAB) Malaysia melakukan penelusuran serta pengurusan jenazah korban dan bayi di Malaysia. Berdasarkan info nan dihimpun, menurut dia, kejadian itu terjadi pada 25 Maret di area Klang, Selangor.

Menurut dia, penganiayaan itu berujung korban melahirkan prematur. Bayi nan lahir diduga disiksa hingga meninggal dunia.

"Bayi itu tidak hanya sekali disakiti, tetapi diduga berulang kali diperlakukan secara sadis hingga akhirnya meninggal dunia," jelasnya.

(yld/ygs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News