Direktur Pelindungan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Heni Hamidah.((Antara))
DIREKTUR Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah, menegaskan bahwa Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, saat ini tengah memberikan pendampingan kepada seorang WNI dengan inisial YY nan melaporkan dugaan tindak penganiayaan nan dilakukan oleh pemberi kerja beserta seorang rekannya di Malaysia. Laporan diterima oleh KJRI Johor Bahru melalui aplikasi Ksatria pada Sabtu (13/6).
Pendampingan itu menyusul video viral di media sosial, nan menunjukkan empat orang menginterogasi dan memukuli seorang wanita penduduk negara Indonesia nan bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Dalam narasi nan berkembang di media sosial Threads maupun Facebook, empat orang pelaku diduga merupakan majikan, memukuli seorang pejuang devisa Indonesia di Negara Bagian Johor Bahru, Malaysia.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, KJRI Johor Bahru langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat dan memohon agar kasus ini dapat segera ditindaklanjuti,” kata Heni saat ditanya Media Indonesia, Minggu (14/6).
Pada Sabtu (13/6), tetap menurut Heni, kepolisian setempat dilaporkan telah mengamankan empat orang nan diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, terdiri dari 2 orang wanita dan dua orang laki laki. Keempatnya telah menjalani pemeriksaan awal, dan proses penyelidikan tetap bakal berlangsung.
Sebagai corak pelindungan dan pendampingan, KJRI Johor Bahru telah melakukan penjemputan 2 orang korban lain nan berada di Johor Bahru Minggu (14/6) dan berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur mengenai keberadaan 1 orang korban lainnya di Kuala Lumpur. Rencananya korban nan berada di Kuala Lumpur bakal diantarkan ke Johor Bahru pada Senin (15/6), untuk memberikan keterangan kepada pihak kepolisian setempat.
“Perwakilan RI mengenai bakal memfasilitasi proses norma dan pelindungan norma terhadap korban melalui pendampingan oleh retainer lawyer. KJRI Johor Bahru bakal memastikan hak-hak korban terpenuhi selama proses norma berjalan,” paparnya.
Heni menambahkan bahwa Kemlu dan KJRI Johor Bahru beserta KBRI Kuala Lumpur bakal terus memantau perkembangan kasus dimaksud dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan support kekonsuleran sesuai dengan ketentuan nan berlaku.
Sebelumnya, Kepolisian Johor Bahru, Malaysia, menyatakan menangkap empat orang penduduk Malaysia, nan diduga melakukan pemukulan terhadap ART asal Indonesia.
Majikan berjumlah empat orang terdiri atas dua wanita dan dua laki-laki menginterogasi ART serta melakukan pemukulan berulang kali secara bergantian. Kepolisian Johor dalam konvensi pers di Malaysia, Minggu (14/6), menyatakan tengah memeriksa empat orang pelaku pemukulan nan merupakan pasangan suami istri.
Menurut Kepolisian Johor, peristiwa itu terjadi pada Juli 2025 namun videonya baru tersebar dan viral belakangan ini. Pihak kepolisian menyatakan tetap menyelidiki motif pemukulan itu, serta menyampaikan adanya dugaan kekerasan serupa nan kemungkinan dialami dua asisten rumah tangga lain, nan juga berasal dari Indonesia.
Sementara itu berasas info nan ANTARA peroleh dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, korban pemukulan nan berada dalam video viral, saat ini berada di kediaman rekannya. KJRI Johor juga menyatakan telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·