Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar dalam wawancara menghadang di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).(ANTARA/Livia Kristianti)
KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengambil langkah tegas dengan memblokir akses situs website Polymarket (www.polymarket.com). Platform nan terkenal di bumi mata uang digital ini dinilai memfasilitasi aktivitas gambling online (judol) dengan kedok pasar prediksi alias prediction market.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh dalam memberantas segala corak pertaruhan digital di tanah air. "Pemerintah tidak bakal memberikan ruang bagi segala corak gambling online di Indonesia," ujarnya di Jakarta Pusat, Jumat (22/5).
Mengapa Prediction Market Dilarang?
Secara teknis, prediction market adalah platform nan memungkinkan pengguna memperdagangkan perjanjian berasas hasil peristiwa di masa depan, mulai dari hasil pemilu, tren ekonomi, hingga pertandingan olahraga. Platform ini umumnya memanfaatkan teknologi blockchain dan aset mata uang digital untuk transaksi.
Namun, Kemkomdigi menilai praktik nan dijalankan Polymarket mengandung unsur taruhan duit dan spekulasi atas peristiwa nan hasilnya belum pasti. Hal ini secara norma di Indonesia memenuhi kriteria perjudian. Selain pemblokiran situs, pemerintah juga tengah menelusuri akun media sosial nan terafiliasi dengan Polymarket untuk memastikan penutupan akses nan komprehensif.
Poin Utama Pemblokiran:
- Unsur Spekulasi: Adanya taruhan duit pada hasil peristiwa nan belum pasti.
- Instrumen Kripto: Penggunaan aset digital tidak mengecualikan platform dari jerat patokan perjudian.
- Proteksi Publik: Langkah ini diambil untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari kerugian finansial.
Yurisdiksi Global dan Dampaknya
Langkah Indonesia ini rupanya sejalan dengan kebijakan di beberapa negara lain nan juga memperketat pengawasan terhadap platform serupa. Berikut adalah daftar negara nan telah mengambil tindakan terhadap Polymarket:
| Pemblokiran Resmi | Singapura, Brasil, India, Indonesia |
| Pembatasan Akses/Regulasi Ketat | Taiwan, Tailan, Tiongkok, Jepang |
Analisis: Pro dan Kontra Platform Prediction Market
Meskipun bagi sebagian pegiat teknologi prediction market dianggap sebagai perangkat untuk mengumpulkan sentimen publik nan jeli (wisdom of the crowd), terdapat akibat besar nan menjadi perhatian regulator.
| Transparansi info melalui blockchain. | Sangat dekat dengan sistem pertaruhan dan taruhan. |
| Menyediakan info prediksi real-time. | Risiko kerugian finansial nan tinggi akibat spekulasi. |
| Desentralisasi (sulit dimanipulasi pihak tunggal). | Seringkali tidak mempunyai izin operasional finansial resmi. |
Kemkomdigi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak terlibat dalam aktivitas spekulasi berbasis taruhan digital. Pemerintah bakal terus berkoordinasi dengan abdi negara penegak norma untuk memantau jasa sejenis nan terindikasi memfasilitasi praktik serupa guna menjaga ekosistem digital nasional tetap sehat dan produktif. (Ant/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·