Kemhan Bantah Pelatihan Kopdes Digaji Rp10 Juta: Uang Saku Rp1,5 Juta

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah info nan beredar di media sosial calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) telah menerima penghasilan hingga Rp10 juta selama mengikuti pelatihan.

Kepala BPSDM Kemhan Mayjen Ketut Gede Wetan mengatakan biaya nan diberikan selama training merupakan duit saku nan berasal dari anggaran penyelenggaraan pelatihan.

"Berkaitan dengan info bahwa selama pendidikan ini mendapatkan gaji, itu tidak, nan ada adalah sistem pendidikan ini salah satunya dari pos penyelenggaraan pendidikan nan paling besar di antara nan lain itu nan adalah duit saku," kata Ketut di Kantor Kementerian Pertahanan, Kamis (30/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan masing-masing peserta menerima duit saku sebesar Rp1 juta per bulan.

Ketut menyebut lantaran training berjalan selama satu separuh bulan, peserta nan mengikuti hingga selesai menerima total duit saku sebesar Rp1,5 juta.

"Diterima oleh setiap orang per orang satu bulan sebesar Rp1 juta. Nah ini pendidikannya satu separuh bulan. Bagi nan full melaksanakan pendidikan dia menerima masing-masing Rp1,5 juta per orang," ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan untuk training pada tahap pertama, dialokasikan sebanyak 35.476 peserta terdiri atas 30.000 calon manajer KDKMP serta 5.476 calon pengelola KNMP dan staf operasionalnya.

"Namun dari proses penyelenggaraan aktivitas lantaran memang dinamika sedemikian cukup kompleks, berangkaian dengan tempat dan lain sebagainya dari sistem nan menggunakan open bidding alias sistem online, baik dalam pendidikan lanjutan setelah rekrutmen, itu di awal jumlahnya nan masuk dalam format pembukaan pendidikan adalah 33.846," kata Ketut.

Ia mengatakan pada Jumat (31/7) bakal dilakukan penutupan pelatihan. Ketut menyebut sebanyak 33.785 orang telah menyelesaikan pendidikan.

"Dengan jumlah dari nan dibuka sampai dengan finish, itu ada nan memang 61 rekan kita tidak bisa lanjut," ujarnya.

Ia menjelaskan beberapa peserta berakhir lantaran argumen kesehatan. Selain itu, sejumlah peserta memilih mengundurkan diri lantaran memutuskan tetap menjalankan pekerjaan sebelumnya.

(yoa/isn)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional