Kementerian ATR/BPN Gaet Tim Ekspedisi Patriot Kebut Program Trans Tuntas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melibatkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 dalam mempercepat penyelesaian persoalan pertanahan di area transmigrasi.

Melalui pendataan nan dilakukan para peserta TEP, pemerintah berambisi beragam persoalan kepemilikan, penguasaan, dan legalitas tanah transmigran dapat diidentifikasi lebih sigap sebagai bahan percepatan Program Trans Tuntas.

Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan menjelaskan transformasi transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengelolaan sumber daya nan lebih setara dan berkelanjutan. Karena itu, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot menjadi bagian krusial dalam mendukung transformasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan kaget andaikan kelak di area transmigrasi tetap ditemukan beragam persoalan kepemilikan, penguasaan, maupun legalitas tanah transmigran. Kami berambisi Tim Ekspedisi Patriot dapat mendata persoalan tersebut dan berkoordinasi dengan kantor-kantor pertanahan di wilayah sehingga menjadi bagian dari upaya penyelesaiannya," kata Ossy dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan saat memberikan pembekalan kepada 1.476 personil Tim Ekspedisi Patriot 2026 pada aktivitas Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Balai Kartini, Jakarta beberapa waktu lalu.

Ossy mengungkapkan persoalan pertanahan di area transmigrasi mempunyai karakter nan kompleks lantaran dipengaruhi riwayat penguasaan tanah nan telah berjalan selama puluhan tahun. Oleh lantaran itu, info nan dihimpun Tim Ekspedisi Patriot di lapangan bakal menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan langkah penyelesaian nan tepat.

Ia menegaskan Kementerian ATR/BPN berbareng Kementerian Transmigrasi terus memperkuat sinergi melalui Program Trans Tuntas untuk menyelesaikan beragam persoalan legalitas lahan transmigrasi. Hal ini termasuk penyelesaian bentrok dan tumpang tindih lahan serta penguatan Reforma Agraria.

"Semua persoalan pasti mempunyai solusi andaikan kita bersama-sama mencari jalan keluarnya. Program Trans Tuntas menjadi salah satu ikhtiar pemerintah untuk memperbaiki legalitas tanah transmigran secara bertahap," ungkapnya.

Selain mendukung penyelesaian persoalan pertanahan, Tim Ekspedisi Patriot juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan area transmigrasi melalui riset nan aplikatif.

Ossy menyampaikan hasil pengamatan Tim Ekspedisi Patriot dapat menjadi masukan dalam penyusunan tata ruang kawasan, termasuk penyempurnaan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) nan menjadi dasar kemudahan investasi dan pembangunan area ekonomi transmigrasi.

"Adik-adik mahasiswa-mahasiswi kelak tentunya bakal merambah masuk ke dalam kawasan-kawasan tersebut, bakal dapat memberikan masukan-masukan nan sangat baik mengenai dengan penyempurnaan rencana tata ruang nasional kita maupun sampai dengan rencana perincian tata ruang kita di daerah-daerah tersebut," tutur Ossy.

Di akhir pembekalannya, Ossy berpesan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot, ialah membangun empati dan kepercayaan dengan masyarakat transmigran, menghasilkan riset nan bisa memberikan solusi atas persoalan di lapangan, serta meninggalkan akibat nan berkepanjangan bagi area transmigrasi nan menjadi letak pengabdian.

"Kami berambisi adik-adik tidak hanya datang melakukan penelitian, tetapi bisa menghasilkan solusi nan relevan, aplikatif, dan memberikan faedah nyata bagi masyarakat transmigrasi," pungkasnya.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News