
Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan upaya menurunkan kadar nikotin pada tanaman tembakau. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan upaya menurunkan kadar nikotin pada tanaman tembakau bukan sekadar persoalan regulasi, melainkan tantangan ilmiah, agronomis dan ekonomi nan dapat memerlukan waktu hingga 30 tahun.
Tanpa mempertimbangkan realitas tersebut, kebijakan nan dimaksudkan untuk mengatur konsumsi berisiko menciptakan guncangan besar di sektor hulu dan menyeret jutaan petani menjadi pihak nan paling terdampak.
Rencana pembatasan kadar nikotin dan tar nan mendapat penolakan tegas dari petani tembakau, saat ini proses pembahasannya tetap bersambung pada tahapan perdebatan mengenai akibat izin lintas sektor.
Namun, Kementerian Pertanian nan bertanggungjawab mengurusi varites komoditas strategis tersebut tidak dilibatkan secara utuh.
“Kementerian Pertanian tidak dilibatkan secara menyeluruh dalam pembahasan ini lantaran rancangan patokan ini berdasarkan pada mandat undang-undang Kesehatan (aspek hilir/konsumsi) bukan pada undang-undang pertanian (aspek hulu/produksi). Walaupun demikian Kementerian Pertanian tetap memberikan support berupa data-data mengenai komoditas tembakau nan diperluka,” ujar Ketua Kelompok Tanaman Semusim, Direktorat Tanaman Semusim Kementan Yudi Wahyudi di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
19 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·