Petugas memotret identitas penerima support sosial saat penyaluran beras dan MinyaKita di Kelurahan Sukamaju, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (26/4/2026). Kementerian Sosial mempercepat penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan No(ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj.)
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) mendalami indikasi penyalahgunaan kartu tanda masyarakat (KTP) penerima support sosial (bansos) nan merupakan milik golongan rentan. Pasalnya Kemensos menemukan lebih dari 1,4 juta info penerima faedah terindikasi terlibat gambling online atau judol.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta menegaskan pemerintah tak bakal langsung mencabut bansos penduduk penerima faedah bergitu saja. Ia mengatakan ada kemungkinan penyalahgunaan info pribadi milik lansia alias family tidak bisa oleh pihak lain maupun personil family mereka.
"Ada 1.400.000 lebih terindikasi penerima bansos bermain judol. Sekarang kita dalami, ada kejadian KTP penerima bansos dimanfaatkan orang lain untuk membikin akun, membeli motor, alias langganan listrik," kata Mensos nan berkawan disapa Gus Ipul tersebut.
Selain itu, Kemensos tak menampik ada aspek pencurian info pribadi dari KTP oleh pihak ketiga. Penyelidikan Kemensos, kata Gus Ipul, menemukan kasus transaksi judol dilakukan oleh anak alias kerabat penerima faedah tanpa pengetahuan pemilik KTP.
Ia memastikan bakal melakukan verifikasi ulang di lapangan setelah temuan penerima bansos terindikasi judol. Khususnya bagi lansia alias penduduk tidak bisa nan bansosnya sempat tertolak alias terhenti akibat indikasi tersebut. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·