Kemensos dan BNPT Perkuat Sinergi Deradikalisasi melalui Rehabilitasi Sosial

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Kemensos dan BNPT Perkuat Sinergi Deradikalisasi melalui Rehabilitasi Sosial ilustrasi deradikalisme.(MI)

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) berbareng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan program deradikalisasi melalui jasa rehabilitasi sosial, pendampingan, hingga reintegrasi sosial bagi para penerima manfaat.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan kerja sama kedua lembaga telah berjalan sejak lama. Dalam pelaksanaannya, BNPT berkedudukan sebagai koordinator program deradikalisasi, sedangkan Kemensos mendukung melalui penyediaan jasa rehabilitasi sosial di beragam sentra milik kementerian.

“Sejak lama kita bekerja sama. BNPT menjadi imamnya, kami beserta jejeran Kementerian Sosial menjadi pendukung agar program tersebut melangkah dengan baik,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan, penerima faedah nan direkomendasikan BNPT menjalani proses rehabilitasi di sentra Kemensos dengan memperoleh beragam layanan, mulai dari pendampingan psikososial, rehabilitasi medis, hingga program pemberdayaan. Seluruh tahapan tersebut diarahkan agar mereka bisa kembali menjalankan kegunaan sosial secara optimal di lingkungan family maupun masyarakat.

“Saya berterima kasih kepada Pak Eddy dan teman-teman nan telah memberikan pendampingan nan baik kepada penerima faedah nan berada di sentra-sentra Kementerian Sosial. Sehingga penerima faedah dari beragam latar belakang bisa dilakukan rehabilitasi dan akhirnya dilakukan pemberdayaan kembali ke family masing-masing. Hidup secara mandiri, berbaur berbareng masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, proses rehabilitasi tidak berakhir pada pemulihan, tetapi juga mencakup reintegrasi sosial agar penerima faedah dapat kembali beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya.

“Setelah di sini kita lakukan rehabilitasi, ada jasa psikososial, ada jasa rehabilitasi medis, ada juga pemberdayaan. Sampai kelak ujungnya adalah reintegrasi, gimana bisa kembali ke lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNPT RI Komjen (Purn) Eddy Hartono menegaskan kerjasama dengan Kemensos merupakan penerapan Asta Cita Presiden nan telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

“Kolaborasi ini merupakan petunjuk Asta Cita Bapak Presiden nan dituangkan dalam RPJMN 2025-2029. Salah satunya melalui sinergi instrumen pertahanan dan keamanan untuk melakukan pencegahan,” kata Eddy.

Ia menilai Kemensos mempunyai posisi strategis dalam mendukung keberhasilan program deradikalisasi, khususnya melalui jasa rehabilitasi sosial nan menjadi bagian dari rangkaian pembinaan terhadap penerima manfaat.

“Hari ini kami bekerja-sama dengan Kementerian Sosial lantaran Kementerian Sosial cukup strategis perannya. Kita lakukan pembinaan mulai dari tahapan identifikasi, rehabilitasi, reedukasi sampai rehabilitasi sosial,” ujarnya.

Eddy juga menyoroti perubahan pola penyebaran mengerti radikal nan sekarang semakin banyak memanfaatkan perkembangan teknologi info dan ruang digital. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut penguatan upaya pencegahan melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga.

“Kami mengeluarkan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan nan Mengarah pada Terorisme. Arahan Bapak Presiden adalah sinergi dan kerjasama dalam penyelenggaraan deradikalisasi,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan kerja sama, Gus Ipul dan Eddy Hartono beserta jejeran turut meninjau jasa rehabilitasi sosial di Sentra Handayani. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memastikan penyelenggaraan rehabilitasi, pendampingan, dan reintegrasi sosial melangkah secara optimal dalam mendukung program deradikalisasi nasional. (Fik/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia