Kemenperin Dorong Dekarbonisasi Sektor Industri, Tekan Emisi dan Tambah Nilai Ekonomi

Sedang Trending 23 jam yang lalu
Kemenperin Dorong Dekarbonisasi Sektor Industri, Tekan Emisi dan Tambah Nilai Ekonomi Menteri Perindustrian M. Sarmuji saat mengunjungi PT Petrokimia Gresik di Gresik.(Dok.Istimewa)

KEMENTERIAN Perindustrian mendorong seluruh industri di Indonesia untuk bisa menerapkan dekarbonisasi. Di sektor industri andaikan hasil pertimbangan membuktikan manfaatnya lebih besar dibandingkan biaya investasi nan dibutuhkan.

“Teknologi ini bukan hanya menekan emisi karbon, tetapi juga menghasilkan produk berbobot ekonomi,” kata Menteri Perindustrian M. Sarmuji saat mengunjungi PT Petrokimia Gresik di Gresik, Jumat (16/10).

Sarmuji memberikan contoh, PT Petrokimia Gresik menjadi salah satu perusahaan sebagai proyek percontohan Carbon Capture and Utilization (CCU) nan sudah diterapkan perusahaan produksi pupuk tersebut. 

Pihaknya bakal melakukan pertimbangan terus menerus terhadap efektivitas dekarbonisasi terhadap perusahaan industri,. Bika sukses makan tidak menutup kemungkinan bakal diterapkan di seluruh Indonesia.

Pemerintah pun membuka kesempatan untuk mewajibkan penerapan teknologi dekarbonisasi tersebut di sektor industri andaikan hasil pertimbangan membuktikan manfaatnya lebih besar dibandingkan biaya investasi nan dibutuhkan.

“Kalau kelak terbukti ini bisa menjadi sekelas industri, artinya tidak memberikan beban nan berat bagi industri, kita bisa wajibkan suatu saat. Kita bakal punya roadmap ke sana,” ujar Sarmuji saat mengunjungi Petrokimia Gresik, Jumat (16/10).

Percontohan CCU di PT Petrokimia Gresik menunjukkan bahwa upaya mengurangi emisi tidak kudu berakhir sebagai pengeluaran tambahan. Teknologi ini dapat memberikan faedah ganda. Yakni mendukung dekarbonisasi sekaligus menghasilkan produk sampingan nan berpotensi mendatangkan nilai ekonomi.

Petrokimia Gresik menghasilkan produk nan disebutnya soda ash dalam keterangannya. Namun, nilai ekonomi dan kepantasan komersialnya tetap perlu dihitung lebih lanjut sebelum teknologi tersebut diterapkan secara luas.

“Sebagian perusahaan alias industri enggan menerapkan dekarbonisasi. Bahkan dianggap ini sebagai unit cost, tambahan biaya. Tapi dalam proyek ini kita bisa membuktikan bahwa penerapan teknologi hijau dalam proses industri rupanya juga bisa menghasilkan faedah nan lebih,” katanya.

DIEVALUASI BERKELANJUTAN
Sarmuji menegaskan, proyek percontohan kudu dievaluasi secara berkepanjangan agar bisa ditingkatkan dari skala uji coba menjadi penerapan industri komersial. Pemerintah mau memastikan teknologi nan sudah diuji di dalam negeri tidak berakhir sebatas demonstrasi.

Sementara itu, saat mengunjungi Proyek Kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Sarmuji mendorong untuk semakin banyak menyerap tenaga kerja lokal

“Meski sejumlah perusahaan di area tersebut telah mempekerjakan penduduk setempat, kesempatan peningkatan penyerapan tenaga kerja asal Gresik tetap terbuka,” katanya.

Sarmuji memberikan contoh, 70 persen tenaga kerja di PT Xinyi Glass Indonesia dan PT Xinyi Solar Indonesia nan beraksi di area JIIPE merupakan penduduk lokal asal Gresik.

Capaian tersebut dinilai dapat menjadi injakan untuk memperluas keterlibatan masyarakat sekitar dalam pertumbuhan industri. Karena itu, Sarmuji meminta agar Pemkab Gresik berbenah dengan meningkat skill warganya sedangkan industri juga berbenah untuk terus menjadikan penduduk lokal masuk sebagai tenaga kerja.(E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑