Kemenkeu Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,5% pada Q I-2026

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan RI memperkirakan pertumbuhan ekonomi bakal berada di level 5,5% pada triwulan pertama 2026. Hal ini disampaikan oleh baik Menteri maupun Wakil Menteri Keuangan pada hari ini, Senin (27/4/2026) dalam aktivitas nan berbeda.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa tren pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan [perbaikan dan berpotensi terus menguat ke depan.

"Jadi jika sebelumnya pertumbuhan ekonominya 5%, 5,5% sedikit, ke depan kita bakal tumbuh lebih sigap lagi," ujar Purbaya dalam Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026, di Gedung BEI, Senin (27/4/2026).

Dirinya mengungkapkan, pada triwulan sebelumnya ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,39%. Sementara untuk awal tahun ini, pemerintah memperkirakan pertumbuhan bakal lebih tinggi.

"Triwulan kemarin kita tumbuh berapa? 5,39%. Pertumbuhan pertama mungkin bakal tumbuh 5,5% ke atas.Pertumbuhan kedua juga seperti itu," ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, capaian ini menjadi sinyal positif bahwa ekonomi domestik tetap solid meskipun bumi tengah diliputi ketidakpastian akibat perang di Timur Tengah.

"Di tengah gejolak ekonomi dunia nan tidak jelas itu, kita bisa bisa menciptakan pertumbuhan domestik nan cukup baik. alam Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026, di Gedung BEI, Senin (27/4/2026)Dan ini bakal terjadi terus ke depan," ujarnya.

Senada, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan proyeksi tersebut didukung oleh sejumlah parameter ekonomi terkini. Termasuk peningkatan penerimaan pajak dari konsumsi. Tercatat sepanjang triwulan pertama 2025, penerimaan negara dari PPN dan PPnBM mencapai Rp 155,6 triliun alias meningkat 57,7% dari periode sebelumya.

"Proyeksi Kementerian Keuangan pertumbuhan di triwulan 1 diperkirakan 5,5% dengan memandang PPN dan PPnBM meningkat cukup signifikan. Kemudian ekspektasi konsumen dan sebagainya, kemudian kita optimis bahwa di triwulan 1 bakal tumbuh 5,5%," ujar Juda National Policy Dialogue dan Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI), Senin (27/4/2026).

Juda menegaskan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi pada awal tahun juga ditopang oleh membaiknya kepercayaan konsumen serta aktivitas ekonomi domestik nan tetap terjaga.

"Dengan adanya upaya-upaya pemerintah untuk mendorong percepatan belanja, maka terlihat juga konsumsi masyarakat tetap dalam tren meningkat. Ini info Mandiri Spending Index, consumer goods, dan sebagainya, ini trennya tetap mengalami kenaikan. Begitu juga kepercayaan konsumen atas kondisi ekonomi kita, ini tetap sangat kuat," ujarnya.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News