Anggie Ariesta
, Jurnalis-Kamis, 27 Agustus 2026 |08:09 WIB

Kemenkeu Klarifikasi Pernyataan Purbaya soal Anggaran BPS Rp7 Triliun Perbaiki Desil (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menklarifikasi perrnyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa perihal anggaran Badan Pusat Statistik (BPS). Purbaya menyebut sudah menggelontorkan Rp7 triliun untuk aktivitas sensus hingga Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) nan menjadi pedoman dalam penetapan desil.
Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu menegaskan bahwa nomor mendekati Rp7 triliun merupakan pagu anggaran total untuk mendukung seluruh program kerja BPS, dan bukan alokasi unik bagi DTSEN alias sensus ekonomi semata.
Penjelasan tersebut disebarkan Kemenkeu merespons maraknya respons publik mengenai besaran anggaran perbaikan info kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat nan telah dikatakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya.
"Anggaran sebesar nyaris Rp7 triliun merupakan total alokasi anggaran operasional dan program Badan Pusat Statistik (BPS) secara keseluruhan dan bukan anggaran nan semata-mata dikhususkan untuk DTSEN maupun Sensus Ekonomi," tulis Biro KLI Kemenkeu dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Klarifikasi dari Kemenkeu ini berakar dari penyataan Purbaya usai menanggapi sorotan masyarakat mengenai ketidaksesuaian pengelompokkan desil. seperti adanya pedagang mini nan terdata di desil 9 dan 10.
Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah terus mendukung penguatan kualitas DTSEN melalui pemenuhan anggaran permohonan BPS.
"Makanya sedang diperbaiki itu DTSEN-nya. Saya ngeluarin duit cukup banyak ke BPS tahun ini ya," ujar Purbaya.
14 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·