Kemenkes: Terapi Pencegahan Tuberkulosis di Jakarta Naik Lebih dari 26 Persen

Sedang Trending 24 menit yang lalu

 Terapi Pencegahan Tuberkulosis di Jakarta Naik Lebih dari 26 Persen

Terapi Pencegahan Tuberkulosis di Jakarta Naik Lebih dari 26 Persen. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan bahwa pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di DKI Jakarta mengalami peningkatan hingga lebih dari 26 persen. Peningkatan terjadi dibanding dua hingga tiga tahun sebelumnya nan hanya mencapai 5 persen.

Hal tersebut diketahui dari hasil pertimbangan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus saat melakukan monitoring dan pertimbangan program pemberantasan TBC di Kecamatan Taman Sari, Jakarta, berbareng Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, delapan Puskesmas, serta sejumlah rumah sakit, termasuk RS Pelni, RS Sumber Waras, dan RS Cengkareng.

 Drobotdean/Freepik)

1. Upaya Pencegahan TBC

Benjamin pun mengapresiasi peningkatan cakupan pemberian TPT di DKI Jakarta nan telah mencapai lebih dari 26%. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kemajuan krusial dalam memperkuat upaya pencegahan TBC.

Selain itu, dia juga menuturkan bahwa upaya penanggulangan TBC di Indonesia selama ini relatif baik dalam pengobatan pasien. Meski demikian, aspek pencegahan melalui pencarian kontak erat dan pemberian obat pencegahan tetap perlu diperkuat.

“Selama ini kita cukup baik dalam mengobati pasien TBC. Tantangan kita adalah pencegahan. Jika ditemukan kontak erat nan berisiko tertular, mereka kudu segera dilacak dan diberikan obat pencegahan, sementara pasien nan sudah sakit langsung diobati. Dengan begitu, kasus baru bisa dicegah sebelum berkembang menjadi penyakit,” ujar Benjamin dalam keterangan resminya.

2. Tantangan

Menurutnya, pencarian kontak erat TBC di Jakarta tetap mempunyai tantangan. Khususnya lantaran banyak masyarakat mempunyai aktivitas pekerjaan di luar rumah. Maka dari itu, perlu adanya strategi kolaboratif antara pemerintah pusat Puskesmas, rumah sakit, hingga pemerintah wilayah.

Apalagi, Jakarta mempunyai akomodasi kesehatan nan cukup komplit dan bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempercepat eliminasi TBC.

“Jakarta mempunyai akomodasi kesehatan nan cukup lengkap, mulai dari Puskesmas, rumah sakit hingga Puskesmas Pembantu. Potensi ini kudu dimanfaatkan untuk mempercepat eliminasi TBC. Kita perlu terus mengevaluasi kelemahan dan memperbaiki strategi agar program ini semakin menjangkau masyarakat,” tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑