Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman.(Dok. Antara)
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memprediksi adanya tren peningkatan kasus influenza di Indonesia menjelang akhir tahun 2026. Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik lantaran situasi nasional saat ini tetap dikategorikan terkendali.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa potensi kenaikan tersebut bukan merupakan lonjakan nan signifikan. Menurutnya, terdapat aspek lingkungan nan turut memengaruhi dinamika kasus influenza di lapangan.
"Peningkatan tersebut bukan lonjakan signifikan lantaran ada aspek lain nan membikin kasus meningkat seperti kebakaran rimba dan lahan (karhutla), erupsi gunung, dan musim kemarau," ujar Aji saat dihubungi, Minggu (20/9).
Data Mingguan dan Kelompok Usia Rentan
Berdasarkan info Kemenkes hingga 12 September 2026, terdapat kenaikan proporsi kasus influenza pada minggu ke-35. Angkanya meningkat menjadi 38%, naik dari 22% pada minggu sebelumnya. Data ini dihimpun dari pemeriksaan di 13 B/BLKM, 9 Rumah Sakit, dan Laboratorium Biologi Kesehatan.
Dari total kasus nan terdeteksi, golongan usia awal menjadi nan paling terdampak. "Sebanyak 33% kasus influenza nan terdeteksi terjadi pada golongan usia 0-4 tahun," ungkap Aji. Namun, dia menekankan bahwa info beberapa minggu terakhir tetap berkarakter sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Secara rinci, pada minggu ke-35, dari 175 spesimen nan diperiksa, ditemukan 66 kasus positif influenza dengan rincian:
- 63 kasus positif A (H1N1Pdm09)
- 2 kasus positif A (H3N2)
- 1 kasus positif B (Victoria)
Selain itu, hasil pemeriksaan multipatogen menunjukkan adanya temuan 13% Rhinovirus (HRV) dan 6% Parainfluenza virus jenis 1 (PIV 1).
Situasi Terkendali dan Imbauan PHBS
Aji menegaskan bahwa tingkat aktivitas influenza secara nasional saat ini tetap masuk dalam kategori rendah. Oleh lantaran itu, Kemenkes belum merasa perlu melakukan upaya penanganan unik di tingkat pusat.
"Karena situasi tetap terkendali, kami tidak ada upaya khusus, lantaran nakes dan fasyankes (fasilitas jasa kesehatan) di wilayah tetap bisa menangani. Jadi lebih ke upaya promotif preventif saja bagi masyarakat," jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah-langkah sederhana nan disarankan meliputi:
- Rutin mencuci tangan memakai sabun.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Memastikan rehat nan cukup.
- Menggunakan masker saat merasa sakit alias tidak fit.
"Jika sakit memberat, segera ke master alias fasyankes terdekat untuk mendapatkan penanganan medis," pungkas Aji. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·