Kemenkes Mulai Vaksin HPV Buat Anak Laki-laki, Jakarta-Bali Jadi Pembuka

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Petugas menunjukkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) dosis pertama di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/6/2026). Foto: Hasrul Said/ANTARA FOTO

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai memberikan vaksin Human Papillomavirus (HPV) bagi anak laki-laki dalam penyelenggaraan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Agustus 2026. Program ini bakal dimulai di tiga provinsi, ialah DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali, sebelum diperluas secara berjenjang hingga ditargetkan bertindak secara nasional pada 2029.

Direktur Imunisasi Kemenkes, Indri Yogyaswari, mengatakan pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki dilakukan dalam rangka eliminasi kanker leher rahim pada perempuan.

“Jadi memang di tahun ini kami rencanakan untuk BIAS Agustus, kita bakal memulai introduksi pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki di tiga provinsi. Jadi betul di Yogyakarta, kemudian di Jakarta dan Bali,” kata Indri dalam media briefing, Selasa (4/8).

Indri menjelaskan, pemberian vaksin HPV bagi anak laki-laki sebelumnya telah masuk dalam Rencana Aksi Nasional (Renaksi). Namun, Renaksi tersebut sekarang tengah direvisi sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

"Memang kita mulai dulu di tahun ini untuk tiga provinsi,” papar Indri.

Warga dan ASN mengantre untuk mengikuti jasa imunisasi HPV di Kantor Dinas Kesehatan Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO

Ia mengatakan, pemerintah telah menyusun peta jalan ekspansi program tersebut. Setelah penyelenggaraan di tiga provinsi pada tahun ini, vaksin HPV bagi anak laki-laki bakal diperluas ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten pada 2027.

Selanjutnya pada 2028 bakal ditambah satu provinsi lagi, ialah Jawa Timur, sebelum diterapkan secara nasional pada 2029.

Lebih lanjut, Indri menyebut sesuai rekomendasi Komnas Imunisasi dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksin HPV bagi anak laki-laki dapat diperluas andaikan cakupan wilayah vaksin HPV anak wanita di wilayah tersebut telah mencapai 90 persen.

“Jadi memang untuk nan HPV boys ini tidak ada syaratnya, syaratnya adalah cakupan HPV pada anak-anak wanita di wilayah tersebut sudah 90 persen,” ucap dia.

Selain itu, Indri mengatakan penyelenggaraan secara berjenjang diharapkan membikin program lebih mudah dikelola.

“Harapan kami dengan dibuat berjenjang kelak bakal lebih mengelolanya, kita lebih hati-hati,” kata Indri.

Penyebab Utama Kanker Rahim

Dalam pemaparannya, Indri juga menjelaskan jangkitan HPV merupakan penyebab utama kanker leher rahim. Berdasarkan info nan dipaparkan Kemenkes, sekitar 99 persen kasus kanker leher rahim disebabkan oleh jangkitan HPV.

Vaksin HPV telah masuk ke dalam program BIAS. Pada penyelenggaraan BIAS Agustus 2026, vaksin HPV diberikan kepada anak wanita kelas 5 SD alias sederajat. Sementara pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki kelas 5 SD, tetap dilakukan sebagai tahap introduksi di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali.

Dalam sesi tanya jawab, Indri juga menanggapi info mengenai adanya sekolah di Jawa Barat nan disebut telah memberikan vaksin HPV kepada anak laki-laki.

Menurut dia, Kemenkes bakal mengonfirmasi info tersebut. Sebab berasas roadmap Kemenkes, Jawa Barat baru dijadwalkan memulai program itu pada 2027.

“Kami perlu konfirmasi ke teman-teman di Jawa Barat. Karena harusnya teman-teman di Jabar baru bakal mulai tahun depan HPV pada laki-laki,” ungkap Indri.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan