Jakarta, CNN Indonesia --
Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirhubda) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan meresmikan penambahan 19 unit armada baru Trans Batam untuk memperkuat jasa transportasi publik di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Aan mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Batam nan dinilai terus berinvestasi dalam pengembangan transportasi massal perkotaan.
"Batam sudah mulai berinvestasi di transportasi publik, mulai dari penambahan unit, penguatan koridor, hingga rute bus dengan akses ke beragam akomodasi seperti pelabuhan dan bandara. Ini langkah nan sangat baik," ujarnya di Batam seperti dikutip dari Antara, Minggu (31/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan pengembangan Trans Batam melalui skema Buy The Service(BTS) menjadi corak kerjasama pemerintah wilayah dengan operator transportasi untuk meningkatkan jasa publik.
"Pemda membeli jasa dari operator. Dengan skema BTS ini membantu pemerintah wilayah sekaligus operator lantaran ada kepastian layanan," katanya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam Suhar mengatakan penambahan 19 unit bus dilakukan untuk meremajakan armada lama sekaligus memperluas jangkauan layanan.
"Tujuannya ada dua, ialah peremajaan armada dan memperluas akses jasa transportasi publik. Trans Batam melayani sembilan koridor dan pada 2026 total armada bakal bertambah menjadi 52 unit," kata dia.
Menurut dia, armada baru tersebut bakal ditempatkan di sejumlah koridor strategis, ialah lima unit untuk koridor Jodoh-Batam Center, enam unit Piayu-Batam Center, enam unit Nongsa-Batam Center, serta masing-masing satu unit untuk koridor Sekupang-Batam Center dan Sekupang-Tanjung Uncang.
"Khusus koridor Nongsa-Batam Center nantinya juga bakal diintegrasikan ke Bandara Internasional Hang Nadim mulai dari tanggal 1 Juni," ujarnya.
Ia menambahkan sebagian armada baru digunakan untuk menambah kapabilitas layanan, sementara sebagian lainnya menggantikan bus lama nan sudah tidak layak beroperasi.
"Pemkot Batam mempertahankan tarif flat Trans Batam sebesar Rp5.000 untuk umum dan Rp2.000 bagi pelajar," katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Rony Widijarto mengapresiasi pengembangan sistem pembayaran non tunai pada jasa Trans Batam.
Menurutnya, saat ini Trans Batam telah mendukung pembayaran menggunakan QRIS Tap sehingga transaksi menjadi lebih sigap dan praktis.
"Sebelumnya pembayaran QRIS Tap belum tersedia, sekarang sudah bisa digunakan di Trans Batam. Ini bagian dari percepatan digitalisasi ekonomi untuk memudahkan masyarakat dalam membayar," ujarnya.
Ia mengatakan dengan adanya pembayaran melalui QRIS, transaksi bakal lebih sigap dan duit tersebut dapat langsung diterima oleh lembaga pemerintah.
(antara/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·