Kemenhub Dukung Teknologi Keselamatan Kendaraan untuk Kurangi Kecelakaan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

, JAKARTA, – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan kesiapan untuk mengadopsi teknologi keselamatan kendaraan guna meningkatkan perlindungan pengguna jalan dan menekan nomor kecelakaan, khususnya sepeda motor, di Indonesia. Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, menegaskan bahwa pemerintah mendukung penerapan teknologi keselamatan nan berkembang di tingkat global.

“Pemerintah terbuka terhadap penerapan teknologi keselamatan nan berkembang secara global,” kata Yusuf dalam sebuah obrolan di Jakarta, Sabtu.

Yusuf menekankan pentingnya fitur keselamatan pada kendaraan untuk memitigasi kesalahan manusia. Teknologi ini sangat krusial mengingat sepeda motor dan kendaraan mini mendominasi lampau lintas di Indonesia. Meskipun demikian, dia mengakui bahwa kerangka izin dan kebijakan saat ini tetap perlu dipertajam agar penerapan teknologi keselamatan dapat melangkah optimal.

Menurut studi Pusat Pengujian, Pengukuran, Pelatihan, Observasi, dan Layanan Rekayasa Universitas Indonesia (POLAR UI), sistem pengereman nan lebih stabil berpotensi menyelamatkan hingga 8.000 jiwa per tahun. Beberapa negara di ASEAN dan India telah menerapkan teknologi keselamatan sepeda motor sebagai standar minimum, sementara Indonesia tetap dalam tahap pengembangan meskipun urgensinya kian meningkat.

Rio Octaviano, Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia, menyoroti bahwa setiap jam, dua hingga tiga orang meninggal di jalan raya, kebanyakan pengendara sepeda motor. Ia menekankan perlunya intervensi serius segera, mengingat kecelakaan sering terjadi dalam kondisi jalan nan dianggap aman.

Rio menilai bahwa Indonesia sudah mempunyai kerangka lima pilar keselamatan jalan, namun implementasinya belum seimbang, terutama pada pilar teknologi kendaraan. Ia menegaskan bahwa penguatan aspek kendaraan kudu dilihat sebagai upaya melindungi, bukan membebani.

Praktisi keselamatan jalan dari ASEAN NCAP, Adrianto Sugiarto, menambahkan bahwa 46 persen kecelakaan di Asia Tenggara melibatkan sepeda motor. Dengan nyaris 40 persen populasi ASEAN, Indonesia menjadi kontributor terbesar di kawasan. "Mengubah perilaku ratusan juta masyarakat memerlukan waktu panjang. Sementara itu, nyawa terus melayang di jalan setiap hari. Dalam kondisi ini, teknologi menjadi salah satu langkah relevan untuk menekan fatalitas korban," ujar Adrianto.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional