Kemenhaj Wacanakan "War Tiket", Naik Haji Tanpa Antre

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) tengah mengkaji usulan untuk mengatasi persoalan antrean haji nan telah berjalan selama puluhan tahun. Salah satu wacana nan muncul adalah menerapkan sistem "War Tiket" alias sistem pendaftaran langsung tanpa antrean panjang, layaknya proses pemberangkatan haji di masa lalu.

Mengutip Detik, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa buahpikiran ini berangkat dari pemikiran progresif di internal Kementerian, termasuk dari Wakil Menteri Haji dan Umrah. Tujuannya adalah mencari solusi agar calon jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama untuk berangkat ke Tanah Suci.

"Muncul pemikiran apakah perlu antrean nan begitu lama? Apakah tidak perlu dipikirkan gimana kita kembali ke era sebelum ada BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). Sebelum ada BPKH, insyaallah tidak ada antrean," ujar Menhaj dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2025 M nan berjalan di Asrama Haji Grand El Hajj (Asrama Haji Cipondoh), Tangerang, Banten pada Rabu (8/4) seperti dikutip dari Detik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam skema "War Tiket" ini, pemerintah nantinya bakal mengumumkan biaya haji tahun melangkah dan membuka pendaftaran pada tanggal tertentu. Siapa pun nan siap secara finansial dan bentuk bisa langsung mendaftar dan berangkat di tahun nan sama.

"Semacam war tiket. Apakah perlu kita memikirkan perihal seperti itu lagi? Tentu ini bukan perihal nan mudah diputuskan, tapi sebagai sebuah wacana, tentu sah-sah saja untuk dipikirkan," tambahnya

Wacana ini sejalan dengan ambisi Presiden Prabowo Subianto nan mau merevolusi penyelenggaraan haji di era Kabinet Merah Putih.

Dalam Rapat Kerja (Raker) berbareng jejeran Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Rabu (8/4), Presiden menegaskan komitmennya untuk meringkas masa tunggu haji nan selama ini menjadi tantangan berat bagi umat Islam di Indonesia.

Presiden Prabowo menyampaikan berita baik bahwa upaya pemerintah mulai membuahkan hasil. Antrean haji nan sempat membengkak hingga 48 tahun di beberapa wilayah, sekarang mulai ditekan.

"Kita sekarang berjuang dan alhamdulillah kita dapat laporan antrean haji tidak lagi 48 tahun. Mulai 2026, antrean haji paling lama 26 tahun, dan saya bakal berjuang untuk lebih ringkas lagi," kata Prabowo di hadapan jejeran kabinet.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelumnya menjelaskan bahwa Kemenhaj saat ini menerapkan formulasi baru untuk menyeragamkan masa tunggu secara nasional. Hal ini dilakukan melalui revisi UU Nomor 8 Tahun 2019 agar tidak terjadi ketimpangan mencolok antarprovinsi.

"Jangka pendeknya, lama antrean di seluruh Indonesia kelak bakal sama. Sekarang ada nan 48 tahun, ada nan 19 tahun. Kita mau semuanya seragam," jelas Dahnil pada Senin (29/9/2025).

Baca buletin selengkapnya di sini.

(detik/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional