Kemenhaj Dukung Pencegahan Haji Ilegal: WNI Jangan Tergoda Haji Tanpa Antre

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jubir Kemenhaj, Maria Assegaf. Foto: Dok. YouTube/ Kemenhaj

Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola, perlindungan jemaah, serta pencegahan haji nonprosedural dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan operasional haji hingga Selasa (5/5) alias hari kelima belas melangkah lancar, tertib, dan terkendali. Berdasarkan info hingga Senin, sebanyak 229 kloter dengan 89.051 jemaah dan 912 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Proses pemberangkatan, kedatangan, dan pergerakan jemaah terus dalam pendampingan petugas di seluruh titik layanan. Semua dilakukan untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Selasa (5/5).

Maria menjelaskan, sebanyak 219 kloter dengan 85.039 jemaah dan 873 petugas telah tiba di Madinah. Sementara itu, 68 kloter dengan 26.037 jemaah dan 272 petugas telah bergerak ke Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak haji.

Dari sisi kesehatan, tercatat 10.746 jemaah rawat jalan, 139 jemaah dirujuk ke KKHI, dan 208 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, dengan 76 orang tetap dalam perawatan.

Terkait pencegahan haji ilegal, Maria menyebut berasas info KJRI Jeddah, dalam satu pekan terakhir 10 WNI ditangkap di Arab Saudi lantaran diduga terlibat promosi dan praktik jual beli haji ilegal. Penindakan serupa juga dilakukan terhadap sejumlah penduduk negara asing lainnya.

“Pemerintah Indonesia mendukung penuh kebijakan Arab Saudi, La Haj jika Tasrih, alias tidak ada haji tanpa izin resmi. Jika ada WNI nan menghadapi proses hukum, penanganannya sepenuhnya kami serahkan kepada otoritas norma Arab Saudi. Pemerintah Indonesia tidak bakal melakukan intervensi,” tegas Maria.

Maria menambahkan, penindakan tidak hanya bertindak bagi calon jemaah, tetapi juga pihak nan mengorganisir, memfasilitasi, mempromosikan, alias mengambil untung dari praktik haji ilegal.

Di dalam negeri, Satgas Haji Ilegal nan melibatkan Kemenhaj, Polri, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus melakukan pencegahan di titik pemberangkatan strategis.

“Operasi Satgas Haji Ilegal telah menggagalkan sejumlah keberangkatan nan diduga mengenai haji ilegal. Ini corak kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari penipuan dan pemanfaatan berkedok keberangkatan haji,” kata Maria.

Kemenhaj mengimbau masyarakat tidak tergoda tawaran berhaji tanpa antre melalui jalur terlarangan lantaran berisiko merugikan secara finansial dan dapat berujung pada hukuman pidana, deportasi, hingga larangan masuk Arab Saudi sampai 10 tahun.

“Ibadah haji kudu dilaksanakan dengan langkah nan sah, aman, tertib, dan sesuai aturan. Jika menemukan indikasi penipuan alias praktik haji ilegal, segera laporkan kepada abdi negara kepolisian,” ujar Maria.

Maria juga mengapresiasi jemaah, petugas haji, ketua regu, ketua rombongan, dan pembimbing KBIHU nan telah menjaga ketertiban serta mematuhi pengarahan petugas.

Dengan suhu Madinah dan Makkah berkisar 37 sampai 39 derajat Celsius, Kemenhaj mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik, cukup istirahat, memperbanyak minum air, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan.

“Mari kita prioritaskan kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kekhusyukan ibadah agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji secara optimal,” tutup Maria.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan