Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menerima lima laporan dugaan kasus kekerasan seksual nan melibatkan pimpinan perguruan tinggi sepanjang 2025 hingga 2026.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menjelaskan selain Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di masing-masing kampus, Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemendiktisaintek juga menerima laporan kasus tertentu.
Pertama, kasus nan diduga melibatkan ketua perguruan tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika pelakunya adalah ketua perguruan tinggi. Kalau pelaku ketua perguruan tinggi tentu bakal bias jika diproses di perguruan tinggi nan bersangkutan. Nah ini dimungkinkan untuk dilaporkan kepada Irjen," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi X, Selasa (2/6).
Selain kasus nan melibatkan ketua perguruan tinggi, Irjen juga menerima laporan keberatan atas putusan nan telah dijatuhkan oleh satgas di kampus.
"Jadi bisa saja mereka di perguruan tinggi sudah diputuskan, tetapi korban merasa kurang sesuai balasan nan diberikan," katanya
Berdasarkan info Kemendiktisaintek, total terdapat enam laporan nan melibatkan ketua perguruan tinggi selama periode 2025-2026.
Dari jumlah tersebut, satu laporan berangkaian dengan dugaan kekerasan bentuk dan lima lainnya merupakan dugaan kekerasan seksual.
Sementara itu, laporan keberatan terhadap keputusan satgas nan diterima Kemendiktisaintek berjumlah 16 kasus.
Korban dalam kasus nan diduga melibatkan ketua perguruan tinggi ialah 4 pengajar dan 2 mahasiswa.
"Kita bisa lihat juga korban untuk pemimpin perguruan tinggi itu bervariasi, pengajar itu tetap korbannya pengajar 4, sementara untuk keberatan itu mahasiswa menjadi korban tetap sangat banyak ialah 15," kata dia.
(yoa/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·