Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Terbaik I Kategori Pembiayaan Kreatif Daerah Sulawesi 2026.
Penghargaan itu diraih Pemkot Makassar dalam arena Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi nan diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Atas capaian tersebut, Kota Makassar juga memperoleh reward dan insentif senilai Rp3 miliar sebagai corak apresiasi atas penemuan dan keahlian pemerintah wilayah dalam mengelola pembiayaan pembangunan secara imajinatif dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghargaan diterima langsung oleh Munafri pada malam penganugerahan nan berjalan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5) malam. Munafri mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan nan diraih Kota Makassar.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jejeran pemerintah kota dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan nan efektif, inovatif, dan berakibat bagi masyarakat.
"Tentu ini sangat membahagiakan. Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras kita berbareng nan menghasilkan pengakuan atas keahlian wilayah dalam kategori Creative Financing," ujar Munafri dalam keterangannya dikutip Minggu (31/5).
Memasuki tahun kedua kepemimpinan Munafri-Aliyah, Kota Makassar tidak hanya sukses meraih posisi tertinggi pada kategori Creative Financing, tetapi juga mencatatkan prestasi lain dengan meraih penghargaan masuk III besar, kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting.
Selain itu, Kota Makassar juga menerima penghargaan atas Pertumbuhan Kepesertaan Tertinggi serta Pelopor Program Perlindungan Pekerja Rentan Berbasis Jaminan Hari Tua (JHT) tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi.
Rangkaian penghargaan tersebut semakin memperkuat posisi Kota Makassar sebagai salah satu wilayah dengan keahlian pemerintahan terbaik di area timur Indonesia.
Berbagai capaian itu mencerminkan keberhasilan kerjasama pemerintah, bumi usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan nan inklusif, memperluas perlindungan sosial, serta memperkuat kapabilitas fiskal wilayah untuk mendukung program-program strategis nan berakibat langsung bagi warga.
Menurut Munafri, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Makassar bisa menghadirkan sumber-sumber pendapatan baru sekaligus memaksimalkan potensi nan telah dimiliki melalui izin nan kuat dan terukur.
"Artinya, selain kita mendapatkan sumber pendapatan nan baru, juga gimana izin nan kuat bisa memaksimalkan pola-pola pendapatan, khususnya nan ada di Kota Makassar," tuturnya.
"Kami menyasar seluruh potensi nan bisa menjadi sumber pendapatan wilayah untuk memastikan tidak ada lagi potensi nan luput dari pengamatan," sambung politisi Golkar itu.
Lebih lanjut dia menyebutkan, capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan nan inovatif, efektif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Orang nomor satu Kota Makassar itu menambahkan, transformasi digital nan terus didorong oleh Pemerintah Kota Makassar menjadi salah satu aspek krusial dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.
Melalui digitalisasi jasa pemerintahan dan sistem pengawasan nan lebih terintegrasi, penerimaan wilayah dapat meningkat secara signifikan.
Selain itu, kata dia program digitalisasi pemerintah nan dijalankan, ditambah sistem izin nan dibangun, memberikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) nan sangat signifikan.
"Ini bakal terus kami kembangkan untuk menghasilkan sumber-sumber pendapatan nan lebih besar lagi guna mendukung proses pembangunan di Kota Makassar," katanya.
Ia berambisi penghargaan nan diraih tersebut menjadi motivasi bagi seluruh perangkat wilayah untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat inovasi, serta menghadirkan tata kelola pemerintahan nan transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Dengan capaian tersebut, Kota Makassar semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu wilayah dengan keahlian pemerintahan terbaik di area timur Indonesia, sekaligus menjadi contoh dalam pengelolaan finansial wilayah nan inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Munafri menegaskan, di tengah beragam tantangan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran nan diterapkan pemerintah, wilayah dituntut untuk terus berinovasi dan imajinatif dalam mencari sumber pembiayaan pengganti guna memastikan program pembangunan tetap melangkah optimal.
"Dengan begitu, pembangunan tetap berjalan, pelayanan kepada masyarakat semakin baik, dan kesejahteraan penduduk dapat terus meningkat," tutup Appi.
Diketahui, arena Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi sendiri memberikan penghargaan kepada pemerintah wilayah berasas sejumlah parameter strategis pembangunan.
Terdapat empat kategori utama nan menjadi konsentrasi penilaian, ialah Kategori Pengendalian Inflasi, Kategori Creative Financing, Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran, serta Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting.
Untuk Kategori Creative Financing, penilaian difokuskan pada keahlian pemerintah wilayah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya nan dimiliki sekaligus menghadirkan penemuan pembiayaan pembangunan.
Aspek nan menjadi perhatian meliputi efektivitas pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penguatan tata kelola keuangan, pemanfaatan digitalisasi pemerintahan, hingga konsistensi wilayah dalam memenuhi parameter tata kelola nan baik, termasuk rekomendasi dan pengawasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sementara itu, Kategori Pengendalian Inflasi menilai keahlian pemerintah wilayah dalam menjaga stabilitas nilai dan mengendalikan inflasi secara konsisten melalui beragam kebijakan nan terukur.
Penilaian mencakup tingkat kepatuhan pelaporan, support anggaran terhadap program pengendalian inflasi, serta efektivitas langkah-langkah nan dilakukan pemerintah wilayah dalam menjaga daya beli masyarakat dan kesiapan pasokan kebutuhan pokok.
Adapun Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran mengukur keberhasilan pemerintah wilayah dalam menekan nomor pengangguran melalui program-program ketenagakerjaan nan terencana, berkelanjutan, dan berakibat nyata.
Aspek nan dinilai meliputi kualitas perencanaan program, alokasi support anggaran, serta penemuan wilayah dalam menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar bisa menjawab kebutuhan bumi upaya dan industri.
Sedangkan Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting menitikberatkan pada efektivitas kebijakan pemerintah wilayah dalam mempercepat penurunan nomor kemiskinan dan prevalensi stunting melalui pendekatan lintas sektor, penguatan intervensi sosial, serta program nan langsung menyasar golongan masyarakat rentan.
Keberhasilan Kota Makassar meraih Terbaik I Kategori Creative Financing sekaligus menempati posisi Juara III pada Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting menunjukkan bahwa beragam program transformasi nan dijalankan Pemerintah Kota Makassar mulai memberikan hasil nyata.
(inh)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·