Liputan6.com, Palembang - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Apresiasi Daerah Berprestasi Tahun 2026 di Ballroom Wyndham Opi Hotel, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai instrumen untuk mendorong suasana kompetitif antarpemerintah wilayah di Sumatera agar keahlian dan penemuan wilayah terus meningkat.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, Indonesia mempunyai jumlah pemerintah wilayah nan besar dan beragam, sehingga peningkatan kualitas keahlian wilayah bukan perkara mudah. Menurut dia, capaian antardaerah tetap menunjukkan ragam nan cukup lebar, sehingga perlu didorong melalui kejuaraan nan sehat.
“[Memang] ada kepala wilayah nan tentunya bagus, ada juga mungkin rata-rata air, dan ada juga nan perlu untuk meningkatkan kemampuannya,” ujarnya.
Tito menambahkan, di tengah era keterbukaan informasi, keahlian positif pemerintah wilayah perlu mendapat ruang publikasi nan cukup agar masyarakat memperoleh gambaran nan lebih seimbang mengenai capaian daerah.
“Oleh lantaran itu, perlu ada exposure, kudu ada pemberitaan. Sesuatu nan bagus jika tidak diberitakan, orang tidak [akan] tahu,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Kemendagri menetapkan empat kategori utama penilaian, ialah penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta creative financing.
Pada kategori penurunan tingkat pengangguran, Kabupaten Solok Selatan meraih Terbaik I, disusul Kepulauan Mentawai sebagai Terbaik II, dan Dairi sebagai Terbaik III. Untuk tingkat kota, Pagar Alam meraih Terbaik I, diikuti Tanjung Balai dan Dumai. Sementara itu, Bengkulu mendapat penghargaan di tingkat provinsi.
Pada kategori penanggulangan kemiskinan dan stunting, Kabupaten Mesuji menjadi Terbaik I, diikuti Tapanuli Selatan dan Bengkalis. Untuk tingkat kota, Sungai Penuh menempati posisi Terbaik I, disusul Pekanbaru dan Batam. Adapun di tingkat provinsi, penghargaan diraih Kepulauan Riau.
Di kategori pengendalian inflasi, Kabupaten Tebo meraih Terbaik I, diikuti Musi Rawas Utara dan Labuhanbatu Utara. Pada tingkat kota, Langsa menjadi Terbaik I, disusul Prabumulih dan Bukittinggi. Bengkulu kembali meraih penghargaan di tingkat provinsi.
Sementara itu, pada kategori creative financing, Kabupaten Bintan menempati posisi Terbaik I, diikuti Lampung Selatan dan Batu Bara. Untuk tingkat kota, Bandar Lampung menjadi Terbaik I, disusul Medan dan Palembang. Sumatera Utara meraih penghargaan di tingkat provinsi.
Sebagai corak apresiasi, pemerintah menyiapkan insentif fiskal bagi para pemenang. Terbaik III memperoleh Rp1 miliar, Terbaik II mendapat Rp2 miliar, sedangkan Terbaik I dan pemenang tingkat provinsi menerima Rp3 miliar.
Kemendagri juga berencana memperluas penyelenggaraan aktivitas serupa ke lima regional lain di Indonesia, dengan Palembang menjadi letak pembuka pada tahun ini. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya keahlian dan penemuan di daerah, sekaligus menjadi strategi berkepanjangan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan secara nasional.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·