Kemenaker Siapkan Pelatihan Instalasi Listrik untuk Penyintas Bencana Aceh Utara

Sedang Trending 1 jam yang lalu

, BANDA ACEH, – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh bekerja-sama dengan LSM Institut Hijau Indonesia untuk menyiapkan program pelatihan instalasi listrik. Program ini ditujukan unik bagi para penyintas musibah di Kabupaten Aceh Utara.

Kepala BPVP Banda Aceh, Rahmad Faisal, menyampaikan bahwa inisiatif ini datang dari LSM Institut Hijau Indonesia nan mau memberikan training kelistrikan kepada korban bencana. Rencananya, aktivitas tersebut bakal dilaksanakan pada tahun ini.

“LSM Institut Hijau Indonesia mau membuat training instalasi listrik untuk korban musibah di Aceh Utara, dan kelak bekerja-sama dengan kita,” ujar Rahmad Faisal di Banda Aceh, Kamis.

Kaji Kesesuaian Kebutuhan Masyarakat

Meskipun sudah ada rencana kolaborasi, teknis penyelenggaraan training tetap dalam tahap pembahasan. BPVP Banda Aceh saat ini tengah mengkaji kesesuaian program dengan kebutuhan riil masyarakat korban musibah di lapangan.

“Kita sudah memberikan masukan dan mungkin kita lakukan pertemuan lagi secara Zoom dengan pusat LSM tersebut di Jakarta untuk me-matching-kan program ini,” jelas Rahmad.

Dalam skema kerja sama ini, peran BPVP Banda Aceh lebih difokuskan pada penyediaan struktur pengajaran nan aplikatif. Tujuannya agar pengetahuan nan didapat peserta dapat langsung diterapkan. Pihaknya tetap mengidentifikasi apakah masyarakat hanya memerlukan training alias sekaligus penyaluran kerja pasca-pelatihan.

“Karena itu sedang memandang sekarang kebutuhan masyarakat ini seperti apa. Apakah mereka butuh training saja, alias pekerjaan. Sehingga kita tidak salah masuk nanti,” tambahnya.

Komitmen Pemerintah untuk Penyintas Bencana

Rahmad menegaskan bahwa penyediaan program training kerja bagi masyarakat, terutama korban bencana, merupakan tanggungjawab nan kudu dipenuhi oleh pemerintah melalui Kemenaker. Sejauh ini, beragam support telah disalurkan kepada penyintas musibah di beragam wilayah.

Bantuan tersebut meliputi training bangunan untuk tenaga kerja mandiri, program padat karya, hingga training kewirausahaan. “Kalau dari kementerian sendiri banyak nan sudah dilakukan. Sebelum Idul Adha kemarin, training kewirausahaan untuk korban musibah di Pidie Jaya serta memberikan support upaya masing-masing sebesar Rp2,5 juta,” demikian Rahmad Faisal.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional