Kemenag Rejang Lebong Gelar Bimtek, Tingkatkan Akurasi Penentuan Arah Kiblat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

, REJANG LEBONG, – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Rashdul Kiblat untuk meningkatkan pengetahuan dan kecermatan penentuan arah kiblat bagi umat Islam di wilayah tersebut. Kegiatan ini menyasar para aparatur sipil negara (ASN) Kemenag, petugas Kantor Urusan Agama (KUA), hingga kepala madrasah.

Kepala Kemenag Rejang Lebong, Rahman Umar, menyatakan bahwa bimtek ini merupakan program dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keahlian teknis para pemangku kepentingan dalam menentukan arah kiblat secara ilmiah dan akurat.

"Pelaksanaan Bimtek Rashdul Kiblat ini merupakan program Dirjen Bimas Islam Kemenag RI sebelum penyelenggaraan Rashdul Kiblat secara nasional nan bakal dilaksanakan tanggal 15–16 Juli," kata Rahman Umar saat dihubungi di Rejang Lebong, Sabtu.

Fenomena Langka Matahari di Atas Kabah

Rahman menjelaskan, para peserta dibekali pengetahuan tata langkah penyelenggaraan Rashdul Kiblat secara teknis. Dengan demikian, mereka dapat mempraktikkannya dengan betul saat kejadian langka tersebut terjadi. Fenomena ini terjadi ketika posisi mentari tepat berada di atas Kabah, sehingga menjadi momentum terbaik untuk memverifikasi kembali kecermatan arah kiblat.

"Di Provinsi Bengkulu nantinya terdapat sekitar 30 ribu titik penyelenggaraan Rashdul Kiblat. Ini merupakan kejadian langka lantaran pada saat itu posisi mentari tepat berada di atas Kabah, sehingga menjadi momentum terbaik untuk memastikan kembali kecermatan arah kiblat," ujarnya.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai arah kiblat nan betul merupakan bagian krusial dalam mendukung kualitas pelayanan keagamaan, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah umat Islam.

Metode Sederhana dengan Akurasi Tinggi

Dosen Ilmu Falak IAIN Curup, Ridho Kimura, nan menjadi narasumber dalam bimtek tersebut, menjelaskan bahwa metode penentuan arah kiblat melalui kejadian Rashdul Kiblat terjadi dua kali dalam setahun, ialah pada bulan Mei dan Juli. Untuk tahun 2026, kejadian pada periode Juli dapat diamati pada 15–16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB.

Menurut Ridho, metode ini menjadi salah satu langkah paling mudah dan sederhana, namun mempunyai tingkat kecermatan nan sangat tinggi. Metode ini memanfaatkan posisi mentari secara langsung tanpa memerlukan perangkat ukur unik seperti kompas.

Untuk mengecek kecermatan kiblat, masyarakat cukup menyiapkan sebuah tongkat lurus alias benang nan diberi beban (bandul). Langkah selanjutnya adalah memilih letak nan datar dan mendapatkan sinar mentari secara langsung, lampau menegakkan tongkat hingga membentuk perspektif 90 derajat terhadap permukaan tanah.

"Tepat pada pukul 16.27 WIB, ujung gambaran tongkat diberi tanda. Selanjutnya, tarik garis lurus dari ujung gambaran menuju pangkal tongkat. Garis itulah nan menunjukkan arah kiblat secara akurat," ujar Ridho.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional
↑