Stafsus Kemenag RI Gugun Gumilar (ketiga dari kanan) berpotret berbareng pengurus GMS Bantul.(DOK KEMENAG)
KEMENTERIAN Agama RI memastikan datang sebagai penyedia untuk menyelesaikan persoalan Gereja Misi Sejahtera (GMS) Bantul. Negara menjamin kebebasan beragama setiap warganya.
Komitmen itu disampaikan Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar seusai berbincang langsung dengan Pimpinan GMS di GMS Church Surabaya, Selasa (2/6) malam. Hadir juga dalam pertemuan tersebut Pendeta Philip Mantofa dan Pendeta Irene Mantofa.
Dalam kesempatan tersebut, Gugun mengaku telah berkomunikasi dengan UKP Gus Miftah, Kapolda DIY, hingga Bupati Bantul. Tujuannya satu ialah mendorong percepatan penyelesaian masalah secara tenteram dan konstruktif.
“Saya tadi malam berkesempatan datang di GMS Church Surabaya untuk berbincang mengenai perkembangan penanganan persoalan GMS Bantul. Sekaligus saya sudah telepon UKP Gus Miftah, Kapolda DIY, dan Bupati Bantul guna mendorong percepatan penyelesaian masalah secara tenteram dan konstruktif,” ujar Gugun dalam keterangannya, Rabu (3/6).
Gugun menjelaskan, Kementerian Agama mengambil peran menjembatani GMS Bantul dengan Pemerintah Kabupaten Bantul. Tujuannya agar seluruh aspek manajemen nan tetap menggantung segera diselesaikan pemerintah daerah. Bagi Kemenag, langkah ini murni corak kehadiran negara. ''Negara wajib melindungi dan menjamin kebebasan setiap penduduk untuk beragama sesuai keyakinannya," tegas Gugun.
Untuk langkah selanjutnya, baik Kemenag maupun pihak GMS sepakat menunggu undangan pertemuan lanjutan dari Pemkab Bantul. Forum itu nantinya bakal membahas perincian teknis penyelesaian.
Gugun menekankan, semangat nan dibawa sama ialah menjaga kerukunan, ketenangan, dan keselarasan antarumat beragama. "Jalur perbincangan dan musyawarah jadi pilihan utama, bukan konfrontasi," katanya.
PERCAYA PEMERINTAH
Di sisi lain, pihak GMS juga menyatakan sikap. Mereka mempercayakan sepenuhnya proses penyelesaian kepada pemerintah dan mendukung penuh upaya nan sedang dilakukan semua pihak terkait.
Menutup keterangannya, Gugun meminta angan dan support publik. Ia berambisi proses mediasi melangkah lancar, melahirkan solusi terbaik untuk semua, dan semakin menguatkan persatuan bangsa Indonesia.
“Mohon angan dan dukungannya. Semoga proses mediasi melangkah lancar, menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak, serta semakin memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia,” tutup Gugun.
Kemenag berambisi proses mediasi melangkah kondusif agar kewenangan konstitusional penduduk dalam beragama dapat dipenuhi tanpa menimbulkan gesekan baru di tengah masyarakat. (H-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·