Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

loading...

Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk. Foto/ viet

TEHERAN - Jet tempur generasi baru seperti Gripen F, Su-57, dan J-20S memprioritaskan jenis dua tempat duduk untuk mengoptimalkan keahlian pengendalian UAV dan peperangan elektronik nan kompleks.

Selama beberapa dekade, tren dalam kreasi jet tempur modern lebih mengutamakan konfigurasi satu tempat duduk untuk mengoptimalkan berat dan biaya. Namun, munculnya pesawat baru seperti Gripen F Swedia, Su-57 Rusia, dan J-20S Tiongkok menandai kembalinya jenis dua tempat duduk secara signifikan.

Ini bukan hanya solusi pelatihan, tetapi juga kebutuhan mendesak untuk mengelola sejumlah besar info dan mengoordinasikan skuadron kendaraan udara tak berawak (UAV) di medan perang modern.

Pabrikan pertahanan Swedia, Saab, secara resmi meluncurkan Gripen F, jenis dua tempat duduk dari jet tempur Gripen E, di akomodasi produksinya di Linkoping.

nan menarik, Angkatan Udara Brasil bakal menjadi nan pertama diduniayang mengoperasikan pesawat ini, apalagi sebelum militer Swedia. Ini adalah hasil dari perjanjian senilai $5,4 miliar nan ditandatangani pada tahun 2014, nan mencakup 28 pesawat Gripen E dan 8 pesawat Gripen F.

Gripen F dirancang dengan performa dan sistem sensor nan setara dengan jenis misi tunggal. Perbedaan utamanya terletak pada kokpit kedua, nan memungkinkan petugas koordinasi misi alias pembimbing training untuk berperan-serta dalam operasi tempur.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews