Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Rabu, 08 April 2026 |14:36 WIB

Keluarga Korban Kekerasan Oknum Aparat Dukung Pengusutan Kasus Andrie Yunus
JAKARTA - Keluarga korban dugaan kekerasan oknum aparat, menyerukan solidaritas kepada Aktivis Andrie Yunus yang diduga disiram air keras oleh oknum Prajurit TNI. Dukungan solidaritas itu disampaikan saat menggelar tindakan tenteram di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
"Hidup Korban, jangan diam, jangan diam, lawan. Mata Andrie Adalah mata rakyat nan memperjuangkan keadilan," kata Eva Meliani Pasaribu.
Eva sendiri merupakan anak dari mendiang Rico Sempurna Pasaribu, seorang wartawan nan menjadi korban pembunuhan berencana berbareng seluruh family saya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
"Pada saat kejadian, bukan hanya ayah saya nan meninggal, tetapi ibu, adik, dan anak saya juga meninggal akibat peristiwa pembakaran rumah kami di Jalan Nabung Surbakti, Kabanjahe, pada tanggal 27 Juni 2024,” ujarnya.
"Sebagai orang nan pernah kehilangan seluruh family saya, saya tahu persis bahwa korban tidak boleh dibiarkan sendirian. Keadilan tidak bakal datang jika kita diam. Kebenaran tidak bakal muncul jika kita takut. Dan negara tidak bakal bertanggung jawab jika kita tidak menuntutnya," lanjutnya.
Eva merasa sedih, kecewa dan marah atas apa nan menimpa Andrie Yunus. Menurutnya, sosok Andrie selalu berdiri mendampingi korban-korban.
"Ini kudu diusut tuntas. Keadilan dan kebenaran tidak boleh lagi meninggal seperti api nan sudah mengambil personil family saya. Supaya tidak lagi ada orang nan berani nan dibungkam seperti ini. Saya mengutuk keras tindakan penyiraman nan terjadi kepada Bang Andrie," pungkasnya.
Korban lainnya Lenny Damanik juga menyerukan solidaritas nan sama. Menurutnya, kasus Andrie Yunus adalah panggilan bagi kita semua untuk tidak diam.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·