Keluarga di Atas Sepak Bola: Ollie Watkins Bela Keputusan Jeremy Doku Tinggalkan Piala Dunia.(Fifa.com)
KEPUTUSAN penyerang sayap timnas Belgia, Jeremy Doku, untuk meninggalkan skuad di tengah gelaran Piala Dunia demi mendampingi sang istri melahirkan anak pertama memicu gelombang perdebatan. Meski menuai pro dan kontra, support mengalir dari rekan sejawatnya, termasuk penyerang timnas Inggris, Ollie Watkins.
Watkins menegaskan bahwa urusan family kudu selalu didahulukan di atas pekerjaan profesional, termasuk sepak bola. Pemain asal Aston Villa tersebut menolak kritik tajam nan diarahkan kepada Doku, terutama setelah komentar kontroversial dari presenter televisi L'Equipe, France Pierron, mengenai momen persalinan tersebut.
Momen Sekali Seumur Hidup
Sebagai ayah dari dua anak, Watkins memahami betul sungguh krusialnya kehadiran seorang ayah saat kelahiran anak pertama. Menurutnya, momen tersebut tidak bisa digantikan oleh pertandingan apa pun.
"Itu hanya terjadi sekali, anak pertama Anda. Menyambut mereka ke bumi adalah sebuah berkah," ujar Watkins sebagaimana dikutip dari CNA. Ia menambahkan bahwa pesepak bola ahli sering kali menghabiskan waktu jauh dari family sepanjang musim, sehingga momen sakral seperti ini mempunyai makna nan sangat besar.
"Saya pikir dia mempunyai semua kewenangan untuk kembali dan berada di sana. Saya tidak memandang ada masalah dengan perihal itu," tegas Watkins. Ia menilai keputusan tersebut adalah ranah pribadi nan tidak semestinya menjadi konsumsi publik alias bahan kritik.
Statistik Jeremy Doku di Piala Dunia:
- Pertandingan: Belgia vs Mesir (Laga Pembuka)
- Menit Bermain: 86 Menit
- Skor Akhir: 1-1
- Status: Meninggalkan skuad untuk argumen keluarga
Prioritas Jeremy Doku
Doku, nan sekarang berumur 24 tahun, sebelumnya telah memberikan kontribusi bagi The Red Devils saat bermain seri 1-1 melawan Mesir di laga pembuka. Namun, pemain Manchester City itu sudah membulatkan tekad sejak awal untuk datang di sisi istrinya.
"Ini anak pertama saya, jadi saya pasti mau berada di sana," ungkap Doku sebelum keberangkatannya. Keputusan ini mencerminkan pergeseran perspektif di bumi olahraga modern, di mana kesehatan mental dan kesejahteraan family mulai mendapatkan ruang nan lebih besar di tengah tekanan kejuaraan tingkat tinggi.
Hingga saat ini, timnas Belgia kudu meramu strategi tanpa kehadiran pemain sayap lincah tersebut, sementara publik sepak bola terus mendiskusikan pemisah antara profesionalisme dan prioritas kemanusiaan di panggung sebesar Piala Dunia. (Ndf/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·