Keluarga dan Warga tak Henti Gelar Doa Bersama, Operasi SAR Jurnalis Masuki Hari Ke-10

Sedang Trending 38 menit yang lalu
Keluarga dan Warga tak Henti Gelar Doa Bersama, Operasi SAR Jurnalis Masuki Hari Ke-10 Keluarga para wartawan penumpang kapal menggelar angan berbareng di laman penginapan Paniisan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (16/9/2026),(ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

INGGA hari ke-10 operasi SAR campuran berjalan pada Kamis (17/9), pihak family berbareng ratusan penduduk secara intensif menggelar angan berbareng di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan ini dilangsungkan unik untuk mendoakan keselamatan rombongan wartawan dan kru kapal sigap KM Arupadatu I nan belum ditemukan.

Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Sandi Wiyasa, nan datang di letak posko menyampaikan bahwa tindakan pemanjatan angan keselamatan ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian tulus serta ikhtiar jiwa penduduk lokal berbareng family korban.

"Kegiatan ini merupakan corak kepedulian berbareng dari masyarakat nan berambisi para penumpang kapal dapat segera ditemukan," kata Sandi di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang.

Sandi turut mengungkapkan rasa duka nan mendalam atas musibah tersebut. Terlebih, dia juga berstatus sebagai pemilik armada kapal sigap KM Arupadatu I, di mana dua dari delapan korban lenyap merupakan anak buah kapal (ABK) nan bekerja di bawah naungannya.

Pelaksanaan angan berbareng pada Kamis siang tersebut melibatkan puluhan jamaah Majelis Ta'lim serta penduduk dari tiga kecamatan terdekat, ialah Kecamatan Carita, Jiput, dan Pulosari. Sebelumnya, sejumlah personil family dari lima wartawan nan menjadi korban lenyap juga telah menggelar angan Istighosah berbareng semalaman di laman penginapan area Marina Carita.

Acara angan berbareng ini turut dihadiri dan diikuti oleh unsur perwakilan dari Kantor SAR Banten, Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal Banten), serta jejeran petugas Tim SAR Gabungan lainnya.

Identitas Korban

Hingga saat ini, sebanyak delapan orang korban tetap dalam pencarian intensif tim SAR gabungan. Mereka terdiri atas lima orang wartawan dan tiga awak kapal:

  1. M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA Biro Banten)
  2. Ari Basuki (Merdeka.com)
  3. Yudhistiro (iNews)
  4. Firdaus (Anadolu)
  5. Donal (Jurnalis lepas)
  6. Warta (Nakhoda kapal)
  7. Surakman (Anak Buah Kapal / ABK)
  8. Heriyanto (Pemandu)

Seluruh korban dilaporkan lenyap dalam pelayaran misi peliputan unik aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda melalui jalur perairan Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) siang lalu.

Seiring dengan gelaran angan berbareng masyarakat di darat, Basarnas kian memperluas daya jangkau operasi penyisiran di laut pada hari ke-10. Area pencarian melonjak signifikan hingga mencakup wilayah seluas 8.509 nautical mile (NM) persegi, melompat jauh dari luas area pencarian pada hari sebelumnya nan tercatat seluas 3.439 NM persegi.

Dari total 10 sektor wilayah pencarian nan ditetapkan, penyisiran terluas difokuskan pada Sektor C dengan luas mencapai 3.380 NM persegi. Sektor krusial ini diawasi secara ketat oleh KRI Leuser dan KRI Dewa Kembar, dengan jangkauan operasi hingga perairan terbuka Samudra Hindia di sebelah barat Teluk Belimbing menuju arah selatan Pulau Enggano, Bengkulu.

(Ant/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia