
Keluarga Winda Lorenza (Foto: Ari Sandita/Okezone)
JAKARTA - Keluarga Winda Lorenza Gowasa mendatangi Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk mengadukan kematian nan dianggap tidak wajar. Keluarga mendesak dilakukannya ekshumasi pada jenazah Winda, apalagi family siap menanggung biayanya jika polisi tidak punya duit untuk proses ekshumasi tersebut.
"Kita datang Komnas HAM dan Komnas Perempuan mengenai kematian Winda Lorenza, seorang Ibu Bhayangkari nan suaminya berdinas di Polrestabes Medan. Saya sebagai kuasa norma menyatakan agar dilakukan ekshumasi mewakili dari keluarga," ujar pengacara family Winda, Sri Dharen, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, kejanggalan tersebut di antaranya tidak ditemukannya rekaman CCTV di kediaman Brigadir IH, lampau banyaknya luka pada tubuh Winda. Selain itu, Winda dinyatakan polisi tewas bunuh diri menggunakan pistol jenis revolver, tapi di tubuhnya justru ada bekas-bekas autopsi pada bagian tubuhnya, nan mana bukan pada bagian kepalanya.
"Pada saat almarhum menembakkan kepalanya, berfaedah kan peluru itu bersarang di kepala, tapi autopsi dilakukan di tubuh, dibelah, kenapa kepala nan ditembak, kenapa tubuh nan dibelah?" tuturnya.
Dia menerangkan, Polrestabes Medan terkesan terlalu sigap mengambil konklusi atas kematian Winda akibat bunuh diri. Orangtua Winda sejatinya mempunyai kewenangan nan sah di mata norma manakala mereka menghendaki ekshumasi pada jenazah anaknya, terlebih saat mereka menganggap adanya kejanggalan pada kematian Winda.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·