
Dunia catur Indonesia membawa pulang berita baik dari Samarkand (Foto: PB Percasi)
TIM catur Indonesia mencatatkan peningkatan ranking pada Olimpiade Catur 2026 di Samarkand, Uzbekistan. Tim putra finis di posisi ke-35, sedangkan tim putri sukses menembus ranking ke-19 dunia.
Tim putra Indonesia mengoleksi 27,5 poin dari 11 pertandingan alias 44 papan. Torehan tersebut membawa Indonesia naik dari posisi ke-75 pada Olimpiade Catur 2024 di Budapest, Hungaria, menjadi ranking ke-35 dari 206 negara peserta
Sementara itu, tim putri Indonesia mengumpulkan 30 poin dan finis di posisi ke-19 dari 189 negara peserta. Hasil tersebut juga menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan Olimpiade Catur 2024 ketika Indonesia berada di ranking ke-68.
1. Lampaui Posisi Seeded

Atlet sekaligus Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PB Percasi, GM Susanto Megaranto, mengapresiasi penampilan tim putra dan putri Indonesia. Tim putra bisa melampaui posisi seeded awal 52, sedangkan tim putri beranjak dari seeded awal 35.
“Tim putri tampil luar biasa dengan meraih ranking ke-19 bumi dari seeded awal 35 dengan jumlah peserta 189 negara,” kata Susanto, Senin (28/9/2026).
Tim putri Indonesia apalagi sempat menembus posisi 10 besar setelah babak kesembilan. Namun, langkah tersebut terhenti setelah Indonesia kalah dari Vietnam dan bermain seri melawan Spanyol pada dua babak terakhir.
Performa para pecatur Indonesia juga tercermin dari perubahan Elo Rating nan diraih sepanjang turnamen. Di sektor putra, IM Satria Duta Cahaya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 18,7 poin, disusul IM Nayaka Budhidharma 13,8 poin dan GM Susanto Megaranto 12,3 poin.
Sementara di sektor putri, WIM Shafira Devi Herfesa mencatat lonjakan 97,6 poin. WIM Laysa Latifah juga mengalami kenaikan 47 poin, sedangkan WIM Chelsie Monica Sihite bertambah 5,2 poin.
Ketua Umum PB Percasi Agustiar Sabran turut mengapresiasi pencapaian para pecatur Indonesia di Olimpiade Catur 2026. Meski tidak datang langsung di Uzbekistan, Agustiar menyebut dirinya terus memberikan support kepada para atlet.
“Kita patut bersyukur, ini adalah sejarah baru buat catur kita. Ini juga jadi sasaran di kepengurusan kami untuk terus melahirkan GM baru,” ujar Agustiar.
2. Laysa Latifah Resmi WGM
Olimpiade Catur 2026 juga menjadi panggung spesial bagi WIM Laysa Latifah. Pecatur berumur 26 tahun tersebut resmi meraih gelar Women Grandmaster (WGM) setelah memenuhi norma terakhir nan dibutuhkan.
Laysa memastikan norma WGM setelah mengalahkan WIM Ngoc Thuy Duong Bach dari Vietnam pada babak ke-10. Sebelumnya, Laysa juga mencatat hasil seri melawan GM Nino Batsiashvili dan mengalahkan GM Jerman Elisabeth Paehtz.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·