Jakarta -
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) memperkuat penerapan ekonomi hijau melalui pengembangan pengelolaan sampah berbasis organisasi di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pada Juli 2026, ANTAM melalui Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel Kolaka menghadirkan akomodasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) beserta teknologi pengolahan sampah di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Inisiatif ini mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan, pemanfaatan kembali daur ulang sampah sejak dari sumbernya, sehingga dapat mengurangi beban lingkungan sekaligus membuka kesempatan terciptanya produk nan mempunyai nilai ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengembangan tersebut memperkuat pendekatan pemberdayaan ANTAM nan menghubungkan pengelolaan lingkungan dengan pembuatan faedah ekonomi bagi masyarakat.
Melalui keterlibatan organisasi dalam pengelolaan sampah nan produktif dan berkelanjutan, ANTAM turut mendorong terbentuknya ekosistem sirkular di sekitar wilayah operasional pertambangan.
Sebagai bagian dari BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, ANTAM juga secara aktif menerapkan kebijakan dan strategi konservasi keanekaragaman hayati untuk melindungi ekosistem di sekitar wilayah operasional tambang.
Sebab dua letak operasional tambang ANTAM, ialah UBP Emas dan UBP Nikel Maluku Utara, berdekatan dengan area nan berstatus dilindungi.
Dalam perihal ini ANTAM melaksanakan beragam program seperti konservasi jalak putih, burung paruh bengkok, penangkaran rusa timor, program penetasan telur komodo (Hachiko Eggs), serta penanaman bakau.
Pada tahun 2024, ANTAM melaksanakan beragam inisiatif konservasi termasuk konservasi in situ dan regenerasi palahlar (Dipterocarpus hasseltii) menjadi 240 pohon di UBP Emas, rehabilitasi lahan pesisir dengan penanaman 60.000 mangrove sehingga total nan sudah ditanam mencapai 1 juta mangrove di UBP Nikel Kolaka, konservasi tanaman endemik ulin dengan metode Rotalin menjadi 603 pohon di UBP Bauksit Kalimantan Barat, serta program konservasi burung gosong kelam (Megapodiusfreycinet) menjadi 22 ekor di UBP Nikel Maluku Utara.
Atas dedikasinya, ANTAM meraih Anugerah Ekonomi Hijau nan kembali digelar oleh detikcom. Ajang penghargaan ini mengapresiasi korporasi, lembaga dan organisasi nan mempunyai kepedulian tinggi terhadap environmental, social, and governance (ESG).
Penghargaan ini diberikan atas dasar program nan berakibat sosial dan ekonomi kepada masyarakat serta pemangku kepentingan terkait. Salah satu rumpun nominasi nan diberikan dalam arena ini, ialah Pengembangan Ekonomi Sirkular Berbasis Komunitas.
Proses penilaian dilakukan oleh Komite Asesmen detikcom dengan menggunakan kajian kualitatif dari beragam inisiatif dan program nan dijalankan peserta, terutama dari sisi akibat serta komitmen terhadap keberlanjutan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI (KLH/BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat. Dalam kesempatan tersebut, Jumhur menyinggung pengelolaan sampah nasional nan menjadi konsentrasi utama, di mana info 2026 mencatat ada sekitar 51 juta ton sampah per tahun dengan baru 26% di antaranya nan terkelola.
Jumhur menilai seluruh kebutuhan dan proses pemulihan ekosistem ini jangan lagi dipandang semata-mata sebagai beban biaya (cost) saat berusaha, melainkan kudu ditransformasikan menjadi investasi, inovasi, pasar baru, dan lapangan kerja baru (green jobs).
"Semua kebutuhan pemulihan itu bakal menciptakan permintaan terhadap bibit dan nursery, teknologi monitoring, pengolahan air dan limbah, recycling industry, ecological engineering, jasa reklamasi, pemulihan DAS, hingga pembiayaan restorasi," papar Jumhur, beberapa waktu lalu.
Jumhur juga membujuk para pelaku industri dan para pengusaha, terutama para penerima penghargaan dalam aktivitas Anugerah Ekonomi Hijau 2026, untuk berani melangkah lebih maju dari sekadar kepatuhan izin (compliance). Ia mendorong bumi upaya untuk mengambil peran aktif sebagai pemimpin pemulihan lingkungan (restoration leader).
"Kepada seluruh penerima penghargaan malam ini, pesan saya sederhana: jangan berakhir menjadi ESG champion, jadilah restoration leader. Bergerak dari compliance, beyond compliance, menuju restoration leadership," tegas Jumhur.
Sebagai informasi, Anugerah Ekonomi Hijau 2026 juga turut dihadiri oleh Chairman CT Corp Chairul Tanjung, hingga Pemimpin Redaksi (Pemred) detikcom Ardhi Suryadhi.
(akd/ega)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·